Advertisement
Duh, Serangan Proyektil Hantam Kapal Kargo di Selat Hormuz
Sebuah rudal diluncurkan dari sebuah kapal perang selama latihan militer Iran. (ANTARA/Anadolu - am.)
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA — Situasi keamanan di jalur pelayaran global kembali mencekam setelah sebuah kapal pengangkut curah dilaporkan terkena hantaman proyektil misterius di Selat Hormuz pada Rabu (11/3/2026) dini hari.
Laporan darurat ini diterima oleh United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO), pusat operasi keamanan maritim milik Angkatan Laut Inggris, yang terus memantau pergerakan armada komersial di kawasan konflik tersebut.
Advertisement
Insiden ini menambah daftar panjang ancaman maritim di Selat Hormuz yang hanya berselang beberapa jam setelah kejadian serupa menimpa kapal lain di titik koordinat yang berdekatan.
Berdasarkan data teknis, serangan terjadi sekitar 50 mil laut atau setara 93 kilometer di sebelah barat laut Ras Al Khaimah, Uni Emirat Arab (UEA). Kapten kapal langsung memberikan sinyal bahaya kepada badan pemantau internasional guna mengoordinasikan langkah penyelamatan lebih lanjut.
BACA JUGA
Meski hantaman proyektil tersebut menimbulkan ketegangan luar biasa, seluruh awak kapal dilaporkan berhasil selamat tanpa cedera. Hingga saat ini, belum ditemukan adanya kebocoran muatan yang berpotensi merusak ekosistem lingkungan laut, menurut rilis resmi dari UKMTO.
Aparat berwenang kini tengah menggelar penyelidikan mendalam untuk mengidentifikasi asal-usul serangan, sembari mengeluarkan peringatan keras agar seluruh kapal yang melintas meningkatkan kewaspadaan.
Rentetan peristiwa ini merupakan dampak langsung dari eskalasi militer yang melibatkan serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sejak akhir Februari lalu.
Kawasan Selat Hormuz sendiri merupakan urat nadi energi dunia yang menyalurkan sekitar 20 juta barel minyak per hari, sehingga gangguan apa pun di jalur ini akan langsung memicu gejolak harga komoditas energi. Konflik bersenjata yang telah merenggut ribuan nyawa ini diprediksi akan terus mengganggu stabilitas logistik global jika ketegangan di wilayah tersebut tidak segera mereda
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Iran Minta Negara Arab Tunjukkan Lokasi Pasukan AS-Israel
- Tersangka Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi Ajukan Restorative Justice
- Israel Beli 5.000 Bom Pintar Boeing, Pengiriman Mulai 2029
- OTT KPK: Uang Ratusan Juta Disita, Bupati Rejang Lebong Jadi Tersangka
- THR ASN 2026 Mulai Cair, Kemenkeu Salurkan Rp11,16 Triliun
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Ini Golongan Kendaraan yang Bisa Melewati Ruas Tol Purwomartani Jogja
- Siaga Bencana Jogja Diperpanjang hingga 31 Maret, 98 Kejadian Tercatat
- Tips Mudik Aman: Pakar Ingatkan Bahaya Roof Box Berlebih
- Kapal Tongkang Tabrak 7 Rumah di Demak, 12 Warga Mengungsi
- Pemkab Bantul Targetkan 875 Bidang Pematokan Tanah Kalurahan 2026
- Habitat Komodo Flores Perlu Diperluas, Dosen UGM Ingatkan Ancaman
- 14 Ton Daging Ayam Surabaya Ditolak di Jayapura karena Tercemar
Advertisement
Advertisement








