KRI Sriwijaya-100 Siap Jalankan Operasi, Fokus Misi Kemanusiaan
KRI Sriwijaya-100 resmi masuk TNI AL. Kapal induk ini siap menjalankan tugas negara, terutama misi kemanusiaan dan OMSP.
BPJS Ketenagakerjaan - Antara
Harianjogja.com, JOGJA — BPJS Ketenagakerjaan wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mempertegas komitmen perlindungan pekerja dengan menyalurkan total manfaat senilai Rp1,19 triliun sepanjang tahun 2025.
Dana tersebut dialokasikan untuk menangani sebanyak 113.667 kasus klaim, sebagai bentuk nyata kehadiran negara dalam memitigasi risiko sosial ekonomi yang dihadapi oleh para tenaga kerja dan keluarga mereka.
Dominasi penyaluran dana jaminan sosial ini berasal dari program Jaminan Hari Tua (JHT) yang mencatatkan angka fantastis. Tercatat sebanyak 78.861 kasus klaim JHT telah dicairkan dengan total nominal mencapai Rp1,065 triliun. Fungsi tabungan jangka panjang ini terbukti menjadi sandaran finansial utama bagi pekerja yang memasuki masa pensiun maupun mereka yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).
Selain JHT, sektor perlindungan risiko kerja lainnya juga menunjukkan angka serapan yang signifikan. Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) membukukan 23.146 kasus dengan nilai manfaat Rp53 miliar, mencakup biaya perawatan medis hingga santunan.
Sementara itu, Jaminan Kematian (JKM) telah diserahkan kepada 2.563 ahli waris dengan total santunan Rp45 miliar, disusul Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) sebanyak 8.014 kasus senilai Rp13 miliar, serta Jaminan Pensiun (JP) sebesar Rp16 miliar untuk 1.083 kasus.
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Yogyakarta, Rudi Susanto, menegaskan bahwa besarnya angka klaim ini adalah bukti nyata manfaat kepesertaan aktif. “Penyaluran klaim ini merupakan bukti nyata bahwa BPJS Ketenagakerjaan hadir untuk memberikan perlindungan kepada para pekerja dari berbagai risiko sosial ekonomi,” ujar Rudi, Rabu (11/3/2026).
Ia pun terus mendorong seluruh pekerja, baik penerima upah maupun pekerja mandiri di DIY, untuk segera mendaftarkan diri agar dapat bekerja dengan tenang tanpa kecemasan akan risiko masa depan.
Untuk mempermudah akses layanan, para peserta kini diimbau mengoptimalkan penggunaan aplikasi Jamsostek Mobile (JMO).
Melalui platform digital tersebut, pengecekan saldo hingga pengajuan klaim dapat dilakukan secara mandiri tanpa perlu mendatangi kantor cabang. Rudi mengingatkan agar peserta selalu menggunakan kanal resmi dan menghindari jasa calo, karena seluruh proses pelayanan dipastikan mudah, cepat, dan sepenuhnya bebas biaya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KRI Sriwijaya-100 resmi masuk TNI AL. Kapal induk ini siap menjalankan tugas negara, terutama misi kemanusiaan dan OMSP.
Kebakaran di Sleman melonjak saat musim kemarau. Hingga 14 September 2026 tercatat 61 kejadian, mayoritas merupakan kebakaran lahan.
Data PHK 2026 mencapai 53.490 pekerja hingga Agustus. Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah PHK terbanyak, mencapai 10.880 tenaga kerja.
Bank Jateng menjadi kandidat Prasasta Gala Awards 2026 kategori kontribusi bank pembangunan daerah bagi Jawa Tengah atas perannya mendukung pembangunan
Kasus dugaan pungli terhadap food truck Bolosego di Alkid Jogja masih didalami. Polisi belum menetapkan tersangka dan terus memeriksa saksi.
Pendidikan farmasi perlu menyiapkan apoteker masa depan yang kuat dalam ilmu, kolaborasi, literasi digital, AI, inovasi, kepemimpinan, dan perspektif One Health