Hasil Studi: Mayoritas Orang Terinfeksi Covid-19 Tanpa Menyadarinya

Ilustrasi - Freepik
29 Mei 2020 20:07 WIB Syaiful Millah News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Banyak orang terinfeksi virus Corona penyebab Covid-19 tetapi mereka tidak menyadarinya.

Director Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Robert Redfield mengungkapkannya sejak April lalu dalam sebuah wawancara dengan afiliasi United States National Public Radio, WABE.

“Salah satu informasi yang telah kami konfirmasi sekarang adalah bahwa sejumlah besar orang yang terinfeksi sebenarnya tidak menunjukkan gejala dan tidak sadar. Itu mungkin sebanyak 25 persen,” katanya ketika itu.

Beberapa waktu berselang, para peneliti di Islandia melaporkan bahwa 50 persen dari kasus virus Corona baru yang dites positif tidak menunjukkan adanya gejala. Pengujian telah dilakukan oleh deCODE, anak perusahaan dari AS Biotech Amgen.

Dalam laporan lain, CDC menyatakan bahwa para peneliti di Singapura mengidentifikasi tujuh kelompok kasus dan penularan yang terjadi ialah secara asimptomatik, ini adalah penjalasan yang paling mungkin untuk terjadinya kasus-kasus sekunder.

Laporan dari Singapura tersebut didukung oleh penelitian lain yang diterbitkan dalam jurnal Nature pada pertengahan April lalu. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa orang tanpa gejala adalah sumber dari 44 persen kasus Covid-19 yang didiagnosis.

Dua penelitian terbaru yang dirilis pada bulan ini juga menunjukkan bahwa persentase yang tinggi dari orang dengan Covid-19 lebih mungkin terinfeksi tanpa gejala.

Satu penelitian yang diterbitkan dalam jurnal BMJ melaporkan 104 dari 208 pasien (81 persen) di kapal pesiar yang dites positif virus corona tidak menunjukkan adanya gejala. Sementara penelitian lainnya dalam JAMA Network Open melaporkan 42 persen orang yang dites positif tidak memiliki gejala.

“Tampaknya kita menumpahkan virus yang signifikan di kompartemen orofaring kita, mungkin hingga 48 jam sebelum kita menunjukkan adanya gejala. Ini membantu menjelaskan seberapa cepat virus itu terus menyebar di seluruh negeri karena adanya ‘pemancar’ tanpa gejala,” kata Redfield.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia