Balon Udara Raksasa Jatuh di Landasan Bandara Ahmad Yani Semarang, Bahayakan Penerbangan

Sejumlah balon udara tanpa awak dilepaskan di Lapangan Kuripan Lor, Pekalongan dalam Java Balloon Festival, Jumat (22/6). Festival ini rencananya akan digelar rutin setiap tahun dan menjadi kalender wisata tahunan di Pekalongan. - JIBI/Bisnis.com/Rivki Maulana
24 Mei 2020 23:07 WIB Rezha Hadyan News Share :

Harianjogja.com, SEMARANG - Sebuah balon udara berukuran raksasa jatuh di landasan Bandara Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (24/5/2020).

Informasi tersebut disampaikan oleh anggota Ombudsman yang juga dikenal sebagai pengamat penerbangan, Alvin Lie melalui akun Twitter @alvinlie21.

"Satu balon udara raksasa jatuh di Bandara A. Yani Semarang tadi jam 17.37 WIB. Di sisi runway 14 atau dekat ujung barat," demikian cuitannya.

Alvin juga menggunggah video yang memperlihatkan bagaimana balon berukuran raksasa itu jatuh begitu saja di landasan bandara. Dia mempertanyakan bagaimana tanggung jawab dari peluncur balon apabila terjadi hal yang tidak diinginkan ketika pesawat tinggal landas atau mendarat.

"Bagaimana tanggung jawab peluncur andai balon tersebut senggolan dengan pesawat yang sedang mendarat atau tinggal landas," ujarnya.

Kehadiran balon udara yang berpotensi mengganggu penerbangan bukanlah hal baru di Jawa Tengah. Masyarakat di provinsi tersebut masih banyak yang melakukan tradisi menerbangkan balon udara raksasa untuk menyambut Hari Raya Idulfitri.

Tak jarang, Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNI) atau AirNav Indonesia mengeluarkan peringatan kepada penerbang atau Notice to Airmen (Notam) yang terbang di wilayah Jawa Tengah akibat kehadiran balon udara raksasa.

Pada Minggu (24/5/2020) malam, Airnav Indonesia kembali mengeluarkan Notam yang meminta pilot yang terbang di empat daerah di Jawa Tengah untuk mewaspadai gangguan penerbangan akibat balon udara raksasa.

Empat wilayah yang dimaksud antara lain Pekalongan, Wonosobo, Parakan (Temanggung), dan Kajen (Pekalongan).

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia