Hasil Survei: Ekonomi Memburuk Akibat Covid-19 hingga Tak Ada Perubahan Penanganan

Pekerja mengemas paket bantuan sosial (bansos) di Gudang Food Station Cipinang, Jakarta, Rabu (22/4/2020). Pemerintah menyalurkan paket bansos masing-masing sebesar Rp600 ribu per bulan selama tiga bulan sebagai upaya untuk mencegah warga tidak mudik dan meningkatkan daya beli selama pandemi COVID-19 kepada warga yang membutuhkan di wilayah Jabodetabek. - ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
23 Mei 2020 07:17 WIB Arif Gunawan News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Lembaga survei nasional Roda Tiga Konsultan memaparkan hasil survei tentang persepsi masyarakat terhadap penanganan pandemi Covid-19 oleh pemerintah, Jumat (22/5/2020). Salah satunya tentang dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat.

Sekitar tiga dari empat responden atau sekitar 73,2 persen mengatakan kondisi ekonominya lebih buruk sebelum adanya pandemi Covid-19, satu dari empat responden atau 24,2 persen mengaku tidak ada perubahan ekonomi dan hanya sebesar 1,6 persen responden yang merasakan kondisi ekonomi lebih baik di masa pandemi Covid-19.

Kemudian, lebih dari tiga per empat atau 76,7 persen responden mengaku tidak mendapatkan bantuan apapun selama pandemi, sementara yang pernah menerima bantuan itu atau sebesar 23,3 persen responden mengaku dukungan yang didapatkan itu berasal dari pemda kabupaten sebesar 10 persen, pusat 5,3 persen, dan pemda provinsi 3 persen.

Adapun bantuan dari lembaga sosial cukup berperan mencapai 4,8 persen yaitu lebih tinggi dari bantuan pemda provinsi dan hampir setara dengan bantuan pemreintah pusat.

Survei ini dilakukan mulai 7-17 Mei 2020 lalu, dengan sampel sebanyak 1.200 responden dan dilakukan secara telepon langsung. Secara gender, responden terdiri dari 50 persen laki-laki dan 50 persen perempuan.

Tiga besar latar pekerjaan responden yaitu ibu rumah tangga 22,8 persen, petani 16,9 persen, dan wiraswasta 15,5 persen. Sisanya sekitar 10 persenan masing-masing dari pelajar mahasiswa, dan karyawan swasta, kemudian di bawah itu terdapat buruh, guru dosen, PNS honorer, pejabat negara, nelayan, pengangguran, dan lainnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia