Klaim Tetap Jaga Jarak, Polisi Bantah Ada Penumpukan di Bandara Soetta

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
14 Mei 2020 15:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Bandara Internasional Soekarno-Hatta dipenuhi calon penumpang setelah moda transportasi udara itu kembali diizinkan beroperasi oleh Menteri Pehubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi.

Foto yang menunjukkan adanya penumpukan calon penumpang di Bandara Soekarno Hatta itu salah satunya diungkapkan oleh musisi Melanie Subono lewat unggahan di Instagram Kamis (14/5/2020). Dari kolase foto yang Melanie unggah, terlihat pengunjung sudah berdesakan sambil membawa lembaran amplop yang diklaim sebagai surat tugas.

Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta AKP Alexander Yurikho membantah adanya penumpukan calon penumpang. Alex mengklaim, aparat gabungan yang bertugas telah berupaya untuk menertibkan calon penumpang untuk tetap menerapkan jaga jarak atau physical distancing.

"Tidak ada penumpukan. Aparat gabungan sudah berusaha menerapkan prinsip physical distancing," kata Alex saat dikonfirmasi, Kamis (14/5/2020).

Alex kemudian menjelaskan, antrean tersebut merupakan antrean calon penumpang berdasar protokoler kesehatan saat tengah mengurus persyaratan untuk dapat menggunakan moda transportasi pesawat terbang sesusai yang telah diatur.

"Yang ada adalah proses yang berjalan dalam rangka proses penerbangan dengan penerapan protokol pencegahan penyebaran Covid-19," katanya.

Senior Manager Branch Communications & Legal Bandara Soekarno-Hatta, Febri Toga mengemukakan, antrean tersebut terjadi di Terminal 2 Gate 4 Bandara saat mengurus persyaratan untuk berpergian menggunakan moda transportasi pesawat terbang. Febri menyampaikan, kekinian antrean tersebut sudah tidak ada.

“Saat ini sudah tidak ada antrian lagi di Terminal 2. Kami selalu berupaya untuk menjaga physical distancing di setiap area. Penerapan physical distancing di Soekarno-Hatta juga akan dievaluasi berkala melihat situasi dan kondisi terkini yang cukup dinamis,” ujar Febri.

Sumber : Suara.com