BNPB Minta Dokter Gigi dan THT Tak Buka Praktik Dulu Cegah Penularan Covid-19

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo memberikan paparan saat pembekalan kebencanaan bagi media massa di Gedung Graha BNPB, Jakarta, Kamis (21/2/2019). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga - hp.\\n
06 April 2020 14:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pandemi Corona di Indonesia menimbulkan korban jiwa bukan hanya dari masyarakat umum tetapi juga petugas medis.

Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan dokter yang gugur lantaran terpapar Covid-19 bukan hanya mereka yang bertugas di garda terdepan. Melainkan dokter lainnya, semisal dokter gigi dan spesialis THT.

Hal itu diungkapkan Doni saat rapat dengar pendapat secara virtual dengan Komisi VIII DPR RI.

"Kami laporkan juga bapak pimpinan lebih dari 20 dokter kita telah wafat, sebagian dari beliau-beliau ini yang wafat ternyata tidak semuanya itu adalah dokter yang berada di front terdepan. Kalau dilihat dari latar belakang dokter sebagian itu adalah dokter gigi dan dokter THT," kata Doni, Senin (6/4/2020).

Atas dasar itu, Doni yang juga selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 memberikan imbauan agar dokter gigi maupun dokter spesialis THT dapat membatasi praktiknya sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Imbauan tersebut disampaikan melalui Kementerian Kesehatan untuk kemudian ditindaklanjut.

"Sehingga kami memberikan permintaan kepada kementerian kesehatan untuk mengeluarkan edaran agar dokter gigi dan dokter THT untuk sementara tidak praktik dulu. Atau kalau toh harus praktik pun hanya untuk pasien sangat serius," ujar Doni.

Selain meminta ada pembatasan praktik, Doni meminta seluruh dokter yang bertugas di rumah sakit melengkapi diri dengan alat pelindung diri (APD).

"Termasuk juga mewajibkan seluruh dokter baik di rumah sakit umum, rumah sakit swasta, apalagi rumah sakit Covid ini menggunakan APD standar," kata dia.

Sumber : Antara