Indonesia Kirim Tim Trauma Healing untuk Tangani WNI yang Merasa 'Dibunuh Pelan-Pelan' di Diamond Princess

Ilustrasi virus Corona. - REUTERS/Dado Ruvic
26 Februari 2020 01:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pemerintah mengirimkan tim trauma healing ke Kapal Diamond Princess di Yokohama, Jepang. Mereka ditugaskan menangani 74 WNI yang 'terkepung' virus korona (Covid-10).

"Kalau ada trauma healing, ya mudah-mudahan bisa melewati masa-masa sulit dengan baik," ucap Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto di Istana Negara, Jakarta, Selasa (25/2/2020).

Terawan berharap WNI yang bekerja sebagai kru kapal itu dapat dikuatkan mentalnya dalam menghadapi musibah ini. "Ya mudah-mudahan lah, di akhirnya nanti tambah dikuatkan," imbuh dia.

WNI yang bekerja di Diamond Princess telah meminta bantuan Presiden Joko Widodo (Jokowi), agar segera dievakuasi dari kapal pesiar yang masih menjalani karantina di Pelabuhan Yokohama, Jepang. Permintaan bantuan itu disampaikan melalui sebuah video yang dirilis oleh ABC.

"Kepada Pak Presiden Jokowi yang terhormat, kami yang berada di Diamond Princess di Yokohama sudah sangat takut, ibaratnya dibunuh pelan-pelan," kata salah satu kru WNI dalam video tersebut.

Terawan menganggap narasi ‘dibunuh pelan-pelan’ yang diucapkan para WNI, di sana adalah sebuah persepsi. Karena itu, pemerintah telah menerjunkan tim psikiater untuk meredakan trauma mereka.

"Ya itu kan persepsi. Makanya saya ngomong, tim trauma healing lah yang turun. Persepsi kan boleh, persepsi bisa dibikin apa aja. Tergantung nanti tim psikologi dan psikiater itu mendekat. Risikonya kalau jadi episentrum bagaimana kira-kira. Itu yang harus disadari. Kalau jadi episentrum itu dampaknya luar biasa untuk ekonomi, maupun yang lainnya," ucap Terawan.

Sumber : Okezone