565 Orang Meninggal Dunia karena Virus Corona, 2 Ditemukan di Luar China

Pengemudi taksi memakai pakaian pelindung khusus berada di depan area perumahan setelah wabah virus corona di Wuhan, Provinsi Hubei, China. Foto diambil (28/1 - 2020). China Daily via Reuters
06 Februari 2020 09:07 WIB Renat Sofie Andriani News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Wabah virus corona masih terus memakan korban jiwa meski penanganan terus dilakukan secara intensif, terutama di pusat munculnya yakni Kota Wuhan, China.

Dikutip dari www.worldometers.info, korban jiwa di China tercatat 563 orang hingga Rabu (5/2/2020) malam waktu GMT atau Kamis (6/2/2020) pagi WIB, bertambah sebanyak 73 orang dari satu hari sebelumnya.

Sementara itu, kematian di luar China terjadi di Filipina dan Hong Kong masing-masing sebanyak 1 orang. Dengan demikian, wabah virus ini telah merenggut total 565 nyawa.

Di China, hingga Rabu (5/2) bertambah 3.694 orang yang dipastikan terinfeksi virus corona sehingga jumlah total pengidap virus sejauh ini di negeri tersebut mencapai 28.018 orang.

Virus ini juga telah menjalar ke 27 negara lain di Asia dan Eropa. Menyusul China berturut-turut adalah Jepang, Singapura, dan Thailand yang mencatatkan 35, 28, dan 25 kasus.

Dari total 28.264 kasus terjangkiti virus corona di seluruh dunia hingga Rabu (5/2), sebanyak 3.223 di antaranya dalam kondisi kritis. Di sisi lain, jumlah pasien yang dinyatakan sembuh juga bertambah menjadi 1.170.

Sementara itu, pakar kesehatan di penjuru dunia berlomba untuk mengembangkan pengobatan dan meningkatkan pengujian untuk virus corona jenis baru ini.

Meski demikian, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan vaksin untuk virus tersebut masih jauh dari kata ditemukan, seperti dilansir Bloomberg.

Di provinsi Hubei, wilayah yang bergulat dengan hampir 20.000 kasus, hiruk pikuk semakin tampak ketika penduduknya menghadapi karantina terbesar yang pernah ada. Sebuah laboratorium pengujian besar dibuka di Wuhan untuk lebih cepat mendiagnosis pasien.

Upaya untuk menbendung wabah ini pun meningkat di berbagai negara. Hong Kong mengambil langkah-langkah tambahan, dengan mengatakan akan mengkarantina semua kedatangan dari China daratan. Adapun Taiwan mengatakan rencananya untuk melarang warga China masuk.

Sumber : Bisnis.com