Polri Andalkan Data Satelit untuk Deteksi Karhutla, Ribuan Personel Dikerahkan
Polri memanfaatkan data satelit dan Crisis Monitoring Center untuk mempercepat deteksi karhutla selama Operasi Aman Nusa II 2026.
Petinggi Sunda Empire./Okezone
Harianjogja.com, JAKARTA - Kemunculannya kerajaan- kerajaan fiktif yang dapat menyita perhatian masyakat akhir-akhir ini bisa dipercaya masyarakat karena banyak sebab, salah satunya karena adanya ketidakpuasan pada sistem demokrasi di Indonesia. Hal tersebut disampaikan sosiolog Musni Umar.
“Boleh jadi di dalam kehidupan masa kerajaan dipikir tidak seperti sekarang. Ada kejujuran, ada keterbukaan, dan tidak ada politik melahalkan segala cara dengan menggunakan uang,” katanya kepada Okezone, Jumat (31/1/2020).
Menurut Musni yang juga seorang Rektor di Universitas Ibnu Khaldun ini, selain kritikan masyarakat terhadap sistem demokrasi yang tidak dapat menjawab persoalannya, kemunculan kerajaan ini juga bermotif ekonomi, sehingga para pendiri kerajaan palsu ini dapat merauk keuntungan dari masyarakat yang merindukan sebuah sistem yang dianggap lebih baik dari pemerintah yang sah saat ini.
“Jadi pemicunya adanya ketidakpuasan dari keadaan seperti ini, tidak terlepas masalah-masalah sosial ekonomi yang tidak membaik. Nilai demokrasi tidak bisa menghadirkan suatu keadaan yang lebih baik,” ungkapnya.
Musni mengatakan para raja palsu itu memberikan iming-iming kepada masyrakat. Rayuan itu pun membuat masyarakat yang sudah merasa bosan dengan keadaan yang dialaminya, maka tawaran tersebut dengan mudah menipunya.
“Tentu para pendiri kerajaan itu motifnya ekonomi, kan mereka melihat bahwa masyarakat itu kalau kita munculkan kerajaan akan mendapatkan apresiasi. Otomatis mereka rela mengeluarkan sebagian hartanya, karena merasa lebih menjanjikan lebih baik hidup. Padahal janji itu hanya isapan jempol belaka,” tuturnya.
Untuk diketahui, Keraton Agung Sejagat dan Sunda Empire runtuh dan para pendirinya ditangkap polisi karena telah melakukan penipuan terhadap para pengikutnya dengan cara meminta iuran bulanan.
Setelah dua kerajaan abal-abal itu resmi dipolisikan, kini muncul kembali kerajaan yang bernama Kerajaan King Of The King. Kerajaan ini mengklaim memiliki aset yang dapat melunasi utang Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Polri memanfaatkan data satelit dan Crisis Monitoring Center untuk mempercepat deteksi karhutla selama Operasi Aman Nusa II 2026.
Media Belanda menyoroti drama Timnas Indonesia vs Bangladesh 9-2 yang ditentukan tiga gol pada menit-menit akhir FIFA ASEAN Cup 2026.
Jalan berlubang menjadi salah satu kondisi yang cukup sering ditemui pengendara, terutama ketika melintasi ruas jalan yang sedang diperbaiki dan tidak rata.
Daftar Kapolri dari masa ke masa sejak 1945. Suyudi Ario Seto menjadi Kapolri ke-26 setelah menggantikan Listyo Sigit Prabowo.
Cristiano Ronaldo meninggalkan kamp Portugal. Media melaporkan akun Timnas Portugal kehilangan sekitar 500 ribu followers setelah kabar tersebut mencuat
Media Bangladesh menyoroti kekhawatiran Thomas Dooley sebelum menghadapi Indonesia. Kekhawatiran itu terbukti setelah Bangladesh kalah 2-9.