Advertisement

Mensos: Program Makan Bergizi Gratis untuk Lansia Masih Dimatangkan

Newswire
Jum'at, 27 Februari 2026 - 19:17 WIB
Abdul Hamied Razak
Mensos: Program Makan Bergizi Gratis untuk Lansia Masih Dimatangkan Foto ilustrasi menu Makan Bergizi Gratis, dibuat menggunakan Artificial Intelligence (AI).

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa rencana implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi masyarakat lanjut usia (lansia) saat ini masih berada pada tahap pematangan konsep.

Pria yang akrab disapa Gus Ipul itu menegaskan, pemerintah belum masuk pada fase pelaksanaan karena sejumlah aspek teknis masih terus dibahas secara mendalam.

Advertisement

“Ya, itu baru mematangkan konsep,” ujar Gus Ipul usai menghadiri pertemuan dengan Perhimpunan Jiwa Sehat di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Jumat (26/2/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Gus Ipul saat menanggapi perkembangan rencana MBG untuk lansia, menyusul pertemuannya dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan, salah satu fokus utama yang tengah dimatangkan adalah skema distribusi makanan bergizi melalui Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG). Nantinya, dapur SPPG akan menyiapkan makanan yang kemudian disalurkan kepada lansia melalui petugas Kementerian Sosial, kelompok masyarakat (pokmas), serta tenaga pendamping atau caregiver.

“Direncanakan seperti itu, tetapi kami masih mematangkan dulu supaya nanti dapurnya bisa lebih banyak dan menjangkau lebih luas,” jelasnya.

Gus Ipul juga mengungkapkan, pemerintah menargetkan cakupan penerima manfaat MBG untuk lansia dan penyandang disabilitas dapat diperluas secara signifikan. Jika saat ini program serupa baru menjangkau sekitar 100 ribu lansia dan 36 ribu penyandang disabilitas, ke depan jumlah tersebut diharapkan meningkat drastis.

“Harapan kami bisa menjangkau antara 300 ribu sampai 500 ribu penerima manfaat. Tapi sekali lagi, semua ini masih dalam tahap perencanaan,” ujarnya.

Sebelumnya, Gus Ipul menegaskan bahwa penetapan penerima manfaat MBG akan dilakukan melalui mekanisme asesmen berbasis data milik Kementerian Sosial dan pemerintah daerah. Data tersebut kemudian disahkan oleh kepala daerah sebelum diserahkan kepada Badan Gizi Nasional sebagai dasar pelayanan di SPPG.

Adapun sasaran utama program ini adalah lansia berusia di atas 75 tahun yang tinggal seorang diri, serta penyandang disabilitas yang memiliki keterbatasan akses dalam pemenuhan kebutuhan gizi harian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Harga Sayur Naik, Ketersediaan Bahan Pokok Aman

Harga Sayur Naik, Ketersediaan Bahan Pokok Aman

Jogja
| Jum'at, 27 Februari 2026, 20:17 WIB

Advertisement

Korea Selatan Beri Bebas Visa Grup bagi Turis Indonesia

Korea Selatan Beri Bebas Visa Grup bagi Turis Indonesia

Wisata
| Kamis, 26 Februari 2026, 20:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement