Advertisement
Jepang Hibahkan Kapal Pengawas Perikanan di Natuna
KRI Imam Bonjol (kiri) memeriksa kapal nelayan berbendera China, Han Tan Chou (kanan), di perairan Natuna, 17 Juni 2016. - Reuters
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – Menteri Luar Negeri Jepang Motegi Toshimitsu melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi, Jumat (10/1/2020).
Salah satu hasilnya, Pemerintah Jepang berkomitmen mendukung upaya Indonesia untuk memperkuat perekonomian dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Advertisement
Menlu Retno Marsudi mengatakan Menlu Jepang juga sepakat untuk mengintensifkan kerja sama pengembangan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di enam pulau terluar Indonesia.
Bahkan, Jepang juga memberikan hibah kapal pengawas perikanan dan menjajaki pengembangan pariwisata di Tanah Air.
BACA JUGA
“Khusus untuk Natuna, selain industri perikanan, Jepang akan membantu hibah kapal pengawas perikanan dan menjajaki pengembangan industri pariwisata,” tuturnya dalam keterangan resmi yang diunggah di laman setkab.go.id padaSabtu (11/1/2020).
Dalam pertemuan ke-7 Strategic Dialogue RI-Jepang tersebut, Jepang juga berkomitmen memperluas investasi dan mendukung modernisasi industri dan keinginan Indonesia menjadi hub re-ekspor produk manufaktur Jepang di kawasan sekitar.
Retno pun mengundang Jepang untuk ikut berkontribusi dalam mengembangkan konsep smart metropolis ibu kota baru, seperti klaster pendidikan dan kota berdimensi hutan.
Selain itu, guna mendukung kampanye sawit Indonesia, Retno menyebutkan Jepang siap mengirimkan tim ahli untuk membantu meningkatkan aspek keberlanjutan sawit Indonesia.
Tidak lupa, Menlu RI juga mengundang Jepang investasi di bidang teknologi sanitari buah tropis guna mendorong peningkatan ekspor Indonesia.
Kedua menlu pun sepakat mendorong penyelesaian outstanding issues pada perundingan review Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) serta menyelesaikan kesepakatan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) pada 2020.
Di sisi lain, Menlu Jepang Motegi Toshimitsu menyampaikan kesiapannya untuk mendukung program prioritas Pemerintah untuk mewujudkan SDM unggul.
“Kami siap berikan dukungan untuk pengembangan pelatihan vokasi dan pelatihan Bahasa Jepang, termasuk bagi aparatur sipil negara dan tenaga kerja terampil Indonesia yang akan dikirim ke Jepang,” ujarnya.
Selain membahas kerja sama bilateral, Retno dan Motegi juga melakukan tukar pikiran mengenai situasi di kawasan dan global, antara lain kerja sama Indo-Pasifik, Rakhine State, serta situasi di Timur Tengah dan Laut China Selatan.
Jepang menjadi mitra dagang dan investasi terbesar kedua Indonesia. Pada periode Januari-September 2019, nilai perdagangan bilateral sebesar US$23,85 miliar dan nilai investasi Jepang mencapai US$3,24 miliar dari 2.810 proyek.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Anak Indonesia Nyaris Semua Online, PP Tunas Jadi Benteng Terakhir
- BMKG Turunkan Tim ke Maluku Utara dan Sulut Usai Gempa M 7,6
- Ngaku Tuhan Kedua, Dukun Cabul di Magetan Setubuhi Istri Pasien
- Vonis Mati Tahanan Palestina oleh Israel Disorot Indonesia
- Kasus Video Profil Desa Karo, Majelis Hakim Bebaskan Amsal Sitepu
Advertisement
6 Pelaku Pengeroyokan dan Pembakaran Motor Dibekuk di Sleman
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Malioboro Ditutup saat Kirab HUT Sultan HB X, Ini Rute Pengalihan Arus
- Film Zona Merah Naik Level, Cerita Zombie Kini Menyasar Kota
- Ramp Tol Jogja-Solo di Trihanggo Dikebut, Gerbang Tol Segera Dibangun
- Kulonprogo Siapkan Skema Nunut ASN untuk Tekan BBM
- Aniaya Pengguna Jalan di Muja Muju, Bang Jago Ngopo Diringkus Polisi
- Jadwal Terbaru KA Prameks Jogja-Kutoarjo, 2 April 2026
- KRL Jogja-Solo Padat Seharian, Ini Jadwal Kamis 2 April 2026
Advertisement
Advertisement






