Advertisement
Gibran Mendaftar Pilkada Solo, PDI Perjuangan Belum Putuskan Sikap
Gibran Rakabuming. - JIBI
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Putra Presiden RI Joko Widodo, Gibran Rakabuming mendaftarkan sebagai calon wali kota ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jawa Tengah. Politisi Maruarar Sirait mengatakan bahwa hingga Minggu partainya belum memutuskan sikap apa pun terkait dengan pencalonan Gibran pada pilkada di Solo.
"Beberapa waktu lalu saya diundang, saya kontak sama Mas Hasto (Kristiyanto) sekjen, jadi PDI Perjuangan belum memutuskan apa-apa," kata Maruarar di Jakarta.
Advertisement
Maruarar mengatakan bahwa Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP masih akan mempertimbangkan integritas, ideologi kompetensi, dan rekam jejak kader yang akan maju dalam pencalonan, mengingat Solo merupakan basis yang sangat penting bagi partai berlambang banteng tersebut.
Menurut dia, apa yang dilakukan oleh Gibran saat ini masih dalam proses konstitusional yang ada di mekanisme partai.
BACA JUGA
Sebagai kader, kata Maruarar, Gibran harus mengikuti mekanisme konstitusional partai. Selain itu, Gibran juga diingatkan untuk menerima apa pun keputusan partai terhadap dia nantinya.
"Tidak mungkin semua yang manis. Kalau kita terima yang pahit, kemudian kita pergi. Politik itu kita harus siap menerima yang pahit dan manis, dan di situ diuji kesetiaan kita dalam berpartai," kata pria yang akrab disapa Ara tersebut.
Maruarar lantas meminta publik untuk bersabar dan menghormati mekanisme partai yang saat ini sedang berjalan.
"Solo 'kan memang basisnya PDIP. Kalau dinamikanya agak tinggi, ya, wajar-wajar saja, namanya banteng, ya, pasti dinamis. Akan tetapi, kami saling menghormati pada saat keputusan diambil nanti," kata Maruarar.
Siap Patuh
Putra Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka, mengikuti uji kelayakan atau fit and propher test bakal calon (balon) wali kota Solo pada Pilkada 2020 di Kantor DPD PDIP Jawa Tengah (Jateng), Kota Semarang, Sabtu (21/12/2019).
Gibran datang ke Kantor DPD PDIP Jateng atau yang akrab disebut Panti Marhaen sekitar pukul 14.18 WIB. Ia kemudian memasuki salah satu ruangan untuk mengikuti uji kelayakan sekitar pukul 14.30 dan baru keluar dari ruangan tersebut sekitar pukul 15.45 WIB.
Jika dihitung secara total, Gibran menjalani tes atau uji kelayakan selama 75 menit. Durasi itu terbilang paling lama di antara kandidat lain yang menjalani uji kelayakan, termasuk balon wali kota Solo lainnya, Achmad Purnomo, yang hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit.
Disinggung kenapa dirinya menjalani uji kelayakan cukup lama, Gibran pun menjawab dengan singkat.
“Kenapa lama? Tadi yang obrolannya menarik,” ujar Gibran kepada wartawan yang mengerubunginya saat keluar dari ruangan.
Gibran mengaku selama menjalani uji kelayakan tak mendapat pertanyaan yang sulit. Ia hanya ditanya seputar alasan mencalonkan diri sebagai wali kota Solo pada Pilkada 2020 dan program yang akan diterapkan untuk membawa Solo lebih baik ke depan.
“Pertanyaannya hanya seputar apa alasan saya mencalonkan diri dan program-progam untuk membawa Solo lebih baik lagi,” imbuhnya.
Gibran yang datang tanpa didampingi simpatisan pun mengatakan siap mengikuti aturan dari PDIP. Jika dirinya mendapat rekomendasi, ia pun siap dipasangkan dengan siapa saja.
“Saya siap dipasangkan dengan siapa saja. Semua keputusan saya serahkan ke partai,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara & Solopos
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Survei Indikator: TNI Jadi Lembaga Paling Dipercaya Januari 2026
- Pandji Dijadwalkan Jalani Peradilan Adat Toraja 10 Februari 2026
- Datangi Rumah Duka YB, Gubernur NTT: Negara Lalai Lindungi Anak Miskin
- Zulhas Nilai Lima Tahun Tak Cukup Wujudkan Program Prabowo
- Akademisi Diminta Sosialisasikan KUHP dan KUHAP Baru
Advertisement
Advertisement
India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine
Advertisement
Berita Populer
- PSBS Biak vs PSM Makassar di Maguwoharjo, Laga Hidup Mati Papan Bawah
- Privasi Status WhatsApp Diperketat lewat Fitur Daftar Kustom
- WEF Prediksi 10 Pekerjaan Ini Paling Berisiko Lenyap Sebelum 2030
- 108 Ribu Warga Gunungkidul Ditanggung BPJS APBD, Anggaran Capai Rp42 M
- Duel Panas di GBK, Arema Bawa Mantan Andalan Persija
- Ancam Keselamatan, 200 Pohon Ring Road Bantul Jadi Target Tebang
- BYD Tantang Tarif Impor Era Trump, Ajukan Gugatan ke Pengadilan AS
Advertisement
Advertisement




