Warga Diajak Laporkan Pungli Lewat Forum Sapa Warga Magelang
Pemkot Magelang mengajak warga melaporkan pungli melalui forum Sapa Warga untuk memperkuat integritas dan pelayanan publik yang bersih.
Camat Borobudur dan seluruh Kepala Desa Borobudur saat Deklarasi ODF di Balkondes Ngargogondo, Senin (2/12/2019)./Ist-Dok Humas Pemkab Magelang
Harianjogja.com, MAGELANG-- Pariwisata menjadi fokus utama perhatian di kawasan Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang. Untuk menunjang kemajuan pariwisata di kawasan Candi Borobudur, Kecamatan Borobudur, mendeklarasikan diri telah terbebas dari buang air besar sembarangan.
Deklarasi dilakukan di Balkondes Ngargogondo, Senin (2/12/2019). "Deklarasi ODF dan pernyataan bebas dari buang air besar sembarangan ini juga akan sangat menunjang kemajuan pariwisata, terutama di Kawasan Candi Borobudur," kata Camat Borobudur, Nanda Cahyadi Pribadi dalam Deklarasi Open Defecation Free (ODF) Kecamatan Borobudur tersebut.
Ia menjelaskan perkembangan ODF di Kecamatan Borobudur telah berjalan sejak tahun 2010. Desa pertama di Kecamatan Borobudur yang mendeklarasikan diri sebagai desa yang sudah bebas dari buang air besar sembarangan adalah Desa Kenalan. Desa lainnya kemudian mengikuti.
Hingga tahun 2018 tercatat masih terdapat 16 desa di Kecamatan Borobudur yang belum ODF. Secara bertahap, enam desa pun menyusul untuk mendeklarasikan diri sebagai desa bebas dari buang air besar sembarangan, yang dilanjutkan oleh 10 desa yang lain hingga akhir tahun 2019 ini.
"Alhamdulilah 20 desa di Kecamatan Borobudur hingga akhir 2019 ini sudah tuntas clear and clean diverifikasi dan dinyatakan bebas dari buang air besar sembarangan," kata Nanda.
Bupati Magelang melalui Asisten Administrasi Umum Kabupaten Magelang, Asfuri Muhsis, mengatakan Pemerintah Indonesia sedang melakukan upaya percepatan dan peningkatan akses sanitasi yang layak untuk mencapai target nawacita Presiden 100.0.100.
"Yaitu 100 persen akses air minum, 0 persen kawasan kumuh, dan 100 persen akses sanitasi," kata Asfuri.
Ia menyebutkan ada lima tujuan yang ingin dicapai pada sanitasi total meliputi, stop buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengolahan air minum dan makanan yang aman, pengelolaan sampah dengan benar, dan pengelolaan limbah cair rumah tangga yang aman.
"Dalam hal ini kami sangat mengapresiasi atas kerja keras dinas kesehatan, Pak Camat, para kepala desa di Kecamatan Borobudur sehingga saat ini Borobudur bisa sebagai salah satu komunitas stop buang air besar sembarangan," tuturnya.
Adapun Kabupaten Magelang saat ini telah memiliki tujuh Kecamatan ODF bebas buang air besar sembarangan antara lain, Kecamatan Windusari, Ngluwar, Muntilan, Candimulyo, Salaman, Secang, dan Borobudur.
"Semoga segera disusul oleh kecamatan yang lain dengan akses pemasangan jamban dengan prosentase saat ini 90,07 persen, yang berarti tinggal 9,03 persen, dan Kabupaten Magelang bisa mendeklarasikan diri sebagai Kabupaten yang ODF," pungkas Asfuri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Magelang mengajak warga melaporkan pungli melalui forum Sapa Warga untuk memperkuat integritas dan pelayanan publik yang bersih.
Angka pernikahan di Wonosari dan Gunungkidul menunjukkan tren menurun. Pendidikan, karier, ekonomi, jumlah penduduk, hingga relasi digital disebut menjadi fakto
5 rekomendasi laptop untuk desain grafis dan editing video dengan GPU bertenaga, RAM besar, serta layar berakurasi warna tinggi.
Survei World Values Survey menunjukkan 73,5% responden Indonesia percaya ada kehidupan setelah kematian. Indonesia berada di posisi ketujuh Asia.
Pekerja laboratorium di Irkutsk meninggal setelah pneumonia berat. Rusia memantau sekitar 200 kontak, tetapi pes belum dikonfirmasi.
Prediksi susunan pemain Indonesia vs Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026. Ole Romeny diragukan, Mitchell Baker jadi andalan.