Kades Terpilih di Banjarnegara Menghilang, Sebelumnya Berkoordinasi Soal Kebakaran Hutan

Ahmad Fauzi (39), kepala desa terpilih Desa Batur, Kecamatan Batur, Banjarnegara, dilaporkan hilang. - Ist via Okezone
27 November 2019 16:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, BANJARNEGARA – Seorang Kepala Desa Batur terpilih Ahmad Fauzi, 39, dilaporkan hilang oleh pihak keluarga dan kerabat. Mereka mengaku terakhir mengetahui kebaraan Ahmad Fauzi pada 12 November 2019.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Ahmad Fauzi sempat berpamitan ke Semarang, namun hingga saat ini belum diketahui keberadaannya.

Imron Rosyadi selaku Camat Batur membenarkan bahwasanya Ahmad Fauzi memang meninggalkan rumah sejak tanggal 12 November dan belum pulang hingga saat ini.

"Kami membenarkan memang yang bersangkutan meninggalkan rumah sejak tanggal 12 November lalu dan belum pulang hingga saat ini , hingga pihak keluarga membuat laporan kehilangan ke pihak berwajib, bahkan sempat dikira pergi ke Semarang bersama saya, namun saya ke Semarang dengan PJ Kades Batur,” ucap Imron.

Berita hilangnya kepala desa di Kecamatan Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah itu ramai di media sosial. Untuk itu, Imron meminta warga untuk tetap tenang dan menyerahkan pencarian kepada pihak berwajib.

“Karena sudah ada laporan kehilangan ke pihak berwajib, selain itu kita berusaha mencari informasi juga, menyerahkan kepada pihak berwajib untuk berusaha menemukan keberadaan Ahmad Fauzi,” ucapnya.

Ahmad Fauzi yang menjadi kades terpilih rencananya akan dilantik pada tanggal 11 Desember 2019.

Seorang kerabat, Imron Rosyadi, mengatakan Fauzi meninggalkan rumah pada 12 November 2019 untuk pergi ke Semarang. Fauzi menyampaikan ke keluarga juga akan singgah ke Kantor Walhi (Wahana Lingkungan Hidup) Wonosobo atau Banjarnegara.

Fauzi disebut terlibat komunikasi aktif dengan Walhi terkait proses perbaikan lingkungan hutan. Sebab, sebelumnya terjadi kebakaran hutan di Gunung Petarangan, Batur, yang berlokasi antara perbatasan Kabupaten Banjarnegara dengan Kabupaten Batang.

"Dia [Fauzi] juga aktivis lingkungan. Setelah kebakaran hutan itu dia berhubungan dengan Walhi," kata Imron, Rabu (27/11/2019).

Setelah meninggalkan rumah, Fauzi masih berkomunikasi dengan keluarga hingga Rabu, 13 November 2019. Berdasarkan pelacakan operator seluler posisi terakhir saat komunikasi berada di Sukonandi Banjarnegara.

"Setelah itu lost contact. Kini sudah tidak bisa dihubungi, telepon seluler itu terakhir aktif di sekitar Sukonandi Banjarnegara. Sekarang sudah tidak bisa hubungi," tuturnya.


Sumber : Okezone.com