Milad Muhammadiyah ke-107, Haedar Nashir: Muhammadiyah akan Terus Berkiprah

Haedar Nashir. - ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma
19 November 2019 09:27 WIB Hafit Yudi Suprobo News Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Ribuan warga menghadiri acara Milad Muhammadiyah ke-107 di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Bantul, DIY, Senin (18/11/2019).

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan ingin menjadikan milad ke-107 ini sebagai usaha bersama pemerintah untuk mencerdaskan bangsa.

"Muhammadiyah terus akan berkiprah dan saya yakin kekuatan masyarakat dengan pemerintah yang punya visi ke depan itu insya Allah akan membawa kemaslahatan umat," ujar Haedar saat dijumpai awak media, Senin (18/11/2019).

Dalam perayaan milad ke-107 ini Muhammadiyah juga meluncurkan batik dan lagu untuk muktamar Muhammadiyah-Aisyiah yang akan dilaksanakan di Solo, Jawa Tengah pada 2020. Lagu yang berjudul Derap Berkemajuan itu sendiri diciptakan oleh Eross Chandra gitaris Sheila on 7.

Tamu-tamu penting seperti Sri Sultan Hamengkubuwono X, Mantan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Menko PMK Muhadjir Effendy, dan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim juga turut menghadiri acara milad Muhammadiyah ke-107.

"Muhammadiyah akan selalu berpijak di atas nilai nilai kultur bangsa Indonesia Pancasila dan agama yang mampu memajukan dan mencerahkan masa depan Indonesia," ungkap Haedar dalam milad ke-107 yang bertemakan Mencerdaskan Kehidupan Bangsa.

Menteri Pendidikan Nadiem Makarim dalam sambutannya mengatakan jika di milad Muhammadiyah ke-107 ini ia bisa merasakan dan melihat langsung semangat KH Ahmad Dahlan.

"Semangat dakwah mencerdaskan kehidupan bangsa yang dibawa Kiai Dahlan telah memberikan angin perubahan bagi Indonesia maju dan terdidik

Muhammadiyah dinilainya juga tidak cuma berkontribusi melalui pendidikan, tapi amal usaha kesehatan dan sosial

"Muhammadiyah telah menunjukkan dengan tindakan nyata mereka juga berhasil menciptakan bakti sosial kepada masyarakat

Nadiem menyinggung juga tentang pentingnya pendidikan anak usia dini dalam milad Muhammadiyah yang juga diperingati ulang tahun TK ABA yang diinisiasi oleh Aisyiyah.

"Orang tidak memahami berapa pentingnya PAUD, terutama pendidikan karakter. Indonesia tidak akan mungkin maju tanpa PAUD yang baik. Pendidikan karakter tidak bisa hanya diajarkan, harus dicontohkan dan dikerjakan," jelasnya.

Menko PMK Muhadjir Effendy mengatakan jika Muhammadiyah merupakan salah satu organisasi tertua yang sudah lahir sebelum merdeka. "Muhammadiyah sudah memberi Dharma Bhakti yang tidak ternilai bagi bangsa," ujarnya.

Muhammadiyah, lanjut Muhadjir, yang sudah mendeklarasikan state of mind di Makassar beberapa waktu yang lalu sudah berbaiat jika Indonesia merupakan negara Pancasila.

"Muhammadiyah tidak pernah mencanangkan NKRI harga mati, tapi tidak terhitung lagi berapa warga Muhammadiyah yang mendharmabhaktikan nyawanya bagi bangsa ini," tutupnya.