Advertisement
Kepuasan Publik Terhadap Jokowi Turun di Periode Kedua, Era SBY Jilid II Justru Naik
Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (10/10/2019) - ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA--Kepuasan publik pada periode kedua Joko Widodo terus menurun. Dibutuhkan terobosan untuk kembali melambungkan harapan.
Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya menuturkan pada saat ini rating Joko Widodo sebagai presiden terpilih justru cenderung terus menurun.
Advertisement
Pembiaran beberapa undang-undang yang menimbulkan reaksi negatif di publik menjadi penyebab utama. Akumulasi kekecewaan membesar karena saat yang sama ekonomi dunia yang berdampak besar ke Indonesia juga memburuk.
"Ada moment berbeda dengan SBY [Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono] jilid kedua. Jilid kedua SBY itu pada saat terpilih menjadi presiden hingga jelang pelantikan justru ada kenaikan dari rating," kata Yunarto di Komplek MPR/DPR Jakarta, Minggu (20/10/2019).
BACA JUGA
Menurutnya, kepuasan terhadap SBY disebabkan adanya peningkatan ekonomi di tengah masyarakat. Harga komoditas seperti sawit hingga batubara tengah menanjak. SBY yang juga mantan jenderal itu juga berhasil menjaga stabilitas politik dan keamanan.
"[Pada periode kedua Jokowi] kondisi memang berbeda, kita tahu jelang pelantikan ada tantangan ekonomi global. Perlambatan pertumbuhan ekonomi terjadi. Ditambah yang jadi PR besar adalah persoalan politik. Dimulainya periode dua ini dengan kepercayaan publik yang rendah," katanya.
Yunarto juga menambahkan, Jokowi harus berkaca kepada periode kedua pemerintahan SBY. Meski secara poilitk di dukung oleh 75% kekuatan parlemen. Akan tetapi kebijakan yang dihadirkan penuh ketidakstabilan karena manuver masing-masing partai politik.
"Berkaca pada pengalaman SBY kemarin, 75% kekuatan parlemen tidak menjamin stabilitas politik. Harus disadari loyalitas dari partai akan mengecil. Mereka tidak lagi berfikir tentang menjaga presiden, namun mereka akan bicara peluang mereka masing-masing di Pemilu berikutnya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Sebelum ke Beijing, Trump Kejar Gencatan Senjata dengan Iran
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
Advertisement
ASN di DIY Diminta Tinggalkan Kendaraan Pribadi Ketimbang WFA
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Kelelahan, Polisi Kapospam Tugu Jogja Meninggal Dunia Saat Bertugas
- Posko THR Bantul Terima 20 Aduan, 5 Kasus Dilimpahkan ke Provinsi
- KPK Dalami Pihak Sentral Lain dalam Kasus Korupsi Kuota Haji Hari Ini
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Volume Sampah Libur Lebaran di Jogja Terkendali, Naik Tipis 7 Persen
- Kim Jong Un Tegaskan Korea Utara Akan Terus Setia Bersama Rusia
- OPINI: Seni Menghadapi Pertanyaan Stigmatif saat Lebaran
Advertisement
Advertisement







