Pasang Badan untuk Jokowi, Panglima TNI: Gagalkan Pelantikan Presiden Bakal Berhadapan dengan TNI

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto seusai rapat pimpinan TNI di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (24/1/2018). - Suara/Erick Tanjung
27 September 2019 23:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menegaskan siap mengawal terlaksananya pelantikan Presiden Joko Widodo periode kedua Oktober mendatang.

Ia menegaskan kepada kesatuan dan prajuritnya mengenai tugas TNI dalam menjaga pertahanan Indonesia, terutama dalam peranan mengawal demokrasi.

Hadi berujar, TNI adalah menjaga keutuhan dan keselamatan bangsa. Hal itu dinyatakan Hadi di Skuadron Udara 17, Lanud Halim Perdanakusuma.

"Saudara-saudara sebangsa dan setanah air, saya Panglima TNI ingin menegaskan bahwa tugas TNI adalah menjaga keutuhan dan keselamatan bangsa, sehingga demokrasi dan konstitusi dapat ditegakkan," ujar Hadi, Jumat (27/9/2019).

Ia bahkan menyatakan TNI tak segan ikut menghadapi segala bentuk tindakan inkonstitusional. Termasuk kalau ada pihak yang berupaya menggagalkan pelantikan Jokowi dan Maruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden terpilih pada 20 Oktober mendatang.

"Siapa pun yang melakukan tindakan anarkis, inkonstitusional, cara-cara yang kurang baik, termasuk ingin menggagalkan pelantikan presiden dan wapres terpilih hasil pemilu akan berhadapan dengan TNI," tegasnya.

Terkait rentetan unjuk rasa oleh berbagai elemen mulai dari mahasiswa, pelajar dan kalangan masyarakat, Hadi mengatakan TNI bertugas mendukung pengamanan oleh Polri.

"Seperti yang saya sampaikan, tugas TNI mendukung, memberikan perbantuan kepada Polri, dalam tugas keamanan dan ketertiban masyarakat. Di mana saja kami akan dukung Polri, seperti kejadian di Gedung DPR/MPR," tegasnya.

Sumber : Suara.com