Advertisement
Ikuti Pemindahan Ibu Kota, TNI Butuh Rp118 Triliun untuk Bangun Mabes 3 Matra
Gagasan rencana dan kriteria disain ibu kota negara. - ANTARA/Paparan Kementerian PUPR
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA--TNI membutuhkan anggaran senilai Rp118,2 triliun untuk pembangunan Markas Besar (Mabes) TNI dan tiga matra di Ibu Kota Negara baru, di Kalimantan Timur.
"Soal anggaran masih tentatif, namun kami sudah merencanakan," kata Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen Joni Supriyanto di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (16/9/2019).
Advertisement
Pernyataan Joni itu disampaikan dalam Rapat Kerja (Raker) Panitia Khusus (Pansus) Kajian tentang Ibukota Negara. Dari anggaran Rp118 triliun itu terdiri Rp22,1 triliun untuk Mabes TNI, Rp29,9 triliun untuk TNI Angkatan Darat (AD), Rp31 triliun untuk TNI Angkatan Laut (AL) dan Rp35 triliun untuk TNI Angkatan Udara (AU).
Dalam Raker tersebut dijelaskan kebutuhan anggaran Rp22,1 triliun untuk Mabes TNI terdiri dari Rp6 triliun untuk pembangunan perkantoran, Rp5,7 untuk Sarana Prasarana Pendukung Perkantoran, Rp6,2 untuk Perumahan dan Rp4 triliun untuk sarana prasarana pendukung perumahan.
BACA JUGA
Anggaran Rp29,9 triliun untuk TNI Angkatan Darat (AD) diantaranya untuk Mabes AD dan pendukung sebanyak Rp5,3 triliun; Kodam IKN, pendukung dan Satuan BKO Rp12,5 triliun; penguatan Kodam penyangga Rp12 triliun.
Rencana kebutuhan anggaran di TNI AL senilai Rp31 triliun digunakan untuk Mabesal Rp8,4 triliun, Armada Rp4,7 triliun, Lantamal Rp6,8 triliun, Pasmar Rp8 triliun, Subdenkormar Rp391 miliar, Sathidros Rp475,9 miliar, Lanudal Rp2 triliun.
Lalu kebutuhan anggaran di TNI AU sebesar Rp35 triliun antara lain digunakan untuk pembangunan Sarpras Mabes AU dan Lanud tipe A sebesar Rp28,5 triliun, Rp787 miliar untuk peralatan dukungan operasi penerbangan, Rp1,8 triliun untuk pemenuhan Alsatri, Aktor dan Alsintor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Iran Naikkan Gaji 60 Persen Saat Perang, Strategi atau Tanda Krisis?
- BPOM Cabut Izin Edar 8 Kosmetik, Promosi Berbau Asusila
- KPK Periksa Gus Alex Terkait Korupsi Kuota Haji Seusai Penahanan Yaqut
- Ledakan Keras di Masjid Jember Saat Tarawih, 1 Jemaah Dilarikan ke RS
- Chelsea Kena Sanksi Rp225 Miliar, Ini Sebabnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Seratus Anak di Sleman Ikuti Pesantren Ramadan Bersama BAZNAS
- Temukan Nuthuk Harga di Pantai Bantul, Wisatawan Bisa Lapor ke Sini
- Kasus Penyiraman Aktivis KontraS Dibahas DPR Setelah Lebaran
- Modus Lowongan Model Berujung Teror di Kulonprogo
- IGD dan Layanan Persalinan di Gunungkidul Siaga Saat Lebaran
- Penetapan Idulfitri Berpotensi Diperdebatkan karena Data Hilal
- SD Negeri di Jogja Diminta Jemput Siswa Baru ke PAUD
Advertisement
Advertisement









