Advertisement
Selat Hormuz Memanas Uni Eropa Masih Tahan Kirim Kapal
Foto ilustrasi kapal tanker pengangkut minyak dan gas alam cair. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, MOSKOW—Negara-negara Uni Eropa belum menunjukkan kesiapan untuk mengerahkan kapal angkatan laut guna menjamin keamanan di Selat Hormuz di Iran, di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.
Sikap ini muncul saat jalur distribusi energi global tersebut menjadi sorotan akibat konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Advertisement
Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas mengatakan belum ada dukungan dari negara anggota untuk memperluas mandat operasi militer hingga mencakup wilayah Selat Hormuz.
“Namun keputusan apakah mandat ini akan diperluas untuk mencakup Selat Hormuz hingga ke utara dari garis Muscat, tidak mendapat dukungan dari negara-negara anggota. Tidak ada yang ingin terlibat aktif dalam perang ini, dan semua pihak khawatir mengenai bagaimana hasil akhirnya,” ujar Kallas usai pertemuan para menteri luar negeri Uni Eropa pada Senin (16/3/2026).
BACA JUGA
Ia menjelaskan Uni Eropa saat ini masih menjalankan operasi ASPIDES di Laut Merah, namun operasi tersebut dinilai belum memiliki cukup kekuatan armada laut.
“Dalam situasi di kawasan ini, kami memiliki operasi ASPIDES di Laut Merah. Pembahasannya adalah bahwa operasi tersebut perlu diperkuat karena tidak memiliki banyak aset angkatan laut. Seharusnya ditambah," kata Kallas.
Meski ada pembahasan untuk memperkuat operasi tersebut, negara-negara Uni Eropa masih berhati-hati dalam mengambil langkah yang berpotensi menyeret mereka lebih jauh ke konflik.
Kallas menegaskan bahwa konflik yang terjadi saat ini bukanlah perang yang melibatkan Eropa secara langsung.
Di sisi lain, tekanan terhadap keamanan Selat Hormuz juga datang dari Amerika Serikat.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Sabtu (14/3/2026) menyerukan negara-negara pengimpor minyak yang bergantung pada jalur Selat Hormuz untuk turut menjaga keamanan wilayah tersebut.
"Negara-negara di dunia yang memperolah minyak melalui Selat Hormuz harus menjaga jalur tersebut dan kami akan membantu, banyak!" kata Trump melalui media sosial Truth Social.
Ia juga menyatakan bahwa pemerintah Amerika Serikat siap berkoordinasi dengan negara-negara terkait agar pengamanan jalur tersebut berjalan cepat dan lancar.
Situasi ini menunjukkan meningkatnya kekhawatiran global terhadap stabilitas jalur distribusi energi utama dunia, di tengah konflik yang belum menunjukkan tanda mereda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara/RIA Novosti-OANA
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- BPOM Cabut Izin Edar 8 Kosmetik, Promosi Berbau Asusila
- KPK Periksa Gus Alex Terkait Korupsi Kuota Haji Seusai Penahanan Yaqut
- Ledakan Keras di Masjid Jember Saat Tarawih, 1 Jemaah Dilarikan ke RS
- Chelsea Kena Sanksi Rp225 Miliar, Ini Sebabnya
- Hujan Deras dan Angin Kencang Ganggu 15 Penerbangan di Juanda
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Camilan Malam Ini Justru Dianjurkan untuk Jaga Tekanan Darah
- Situasi Iran Tegang, Ratusan Orang Ditangkap Dianggap Mata-Mata
- Minyakita Sulit Ditemukan di Pasar Pedagang Diminta Urus NIB
- Konvoi Motor dan Petasan di Kalasan Sleman Berakhir di Kantor Polisi
- Jepang Lepas Cadangan Minyak Saat Jalur Hormuz Terganggu
- Warga Serbu Pasar Murah di Balai Kota Jogja Jelang Lebaran
- Atria Hotel Magelang Siap Hadirkan Paket Halal Bihalal yang Hangat
Advertisement
Advertisement









