Advertisement

Serangan Iran Ganggu Pasokan Harga Minyak Melonjak Lagi

Lorenzo Anugrah Mahardhika
Selasa, 17 Maret 2026 - 14:07 WIB
Maya Herawati
Serangan Iran Ganggu Pasokan Harga Minyak Melonjak Lagi Kilang minyak lepas pantai. - Foto dibuat oleh AI - StockCake

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Lonjakan harga minyak dunia kembali terjadi setelah gangguan pasokan akibat serangan terhadap infrastruktur energi di kawasan Teluk Persia semakin meluas. Kondisi ini langsung memicu kekhawatiran pasar global terhadap ketahanan distribusi energi.

Berdasarkan data Bloomberg pada Selasa (17/3/2026), harga minyak Brent untuk pengiriman Mei naik 2,8% ke level US$103,04 per barel. Sementara minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April menguat 2,7% menjadi US$96,03 per barel.

Advertisement

Kenaikan ini terjadi setelah sehari sebelumnya harga sempat terkoreksi. Pada Senin (16/3/2026), Brent turun 2,8%, sedangkan WTI bertahan di kisaran US$96 per barel.

Tekanan harga dipicu meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Operasi di ladang minyak Shah di Uni Emirat Arab dihentikan sementara, sementara ladang minyak di Irak dan pelabuhan utama di Uni Emirat Arab turut menjadi sasaran serangan drone dan rudal Iran.

Gangguan ini memperburuk prospek pasokan global, terutama karena distribusi melalui Selat Hormuz hampir terhenti. Jalur vital ini mulai berdampak pada konsumen energi, khususnya di kawasan Asia.

Sejak konflik memasuki pekan ketiga, harga minyak tercatat telah melonjak lebih dari 40%. Meski sempat terkoreksi, pasar kembali bergejolak seiring derasnya perkembangan situasi geopolitik.

Senior energy trader di CIBC Private Wealth Group LLC, Rebecca Babin, menilai pergerakan harga saat ini sangat dipengaruhi arus informasi yang terus berubah.

“Pasar terus mengalami tarik-menarik antara sentimen yang mendorong harga naik dan turun setiap hari, dipicu banyaknya berita yang muncul,” ujarnya.

Menurutnya, pelaku pasar masih berupaya menghitung seberapa besar gangguan pasokan yang benar-benar terjadi serta durasi dampaknya.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan memperluas serangan ke Pulau Kharg dengan menargetkan infrastruktur minyak Iran. Sebelumnya, fasilitas energi di pusat ekspor tersebut belum tersentuh serangan.

Trump juga menyatakan Washington tengah “menghantam” kemampuan Teheran dalam mengancam pelayaran di Selat Hormuz, sekaligus meminta dukungan negara lain untuk menjaga keamanan jalur tersebut.

Namun demikian, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan Washington masih mengizinkan Iran melanjutkan pengiriman minyak mentah melalui jalur tersebut.

Di kawasan Timur Tengah, Uni Emirat Arab dan Kuwait dilaporkan memangkas produksi minyak. Sementara Arab Saudi dan Uni Emirat Arab berupaya meningkatkan ekspor melalui jalur alternatif di luar Selat Hormuz.

Analis JPMorgan Chase & Co. yang dipimpin Natasha Kaneva menilai lalu lintas kapal di Selat Hormuz kini semakin tidak pasti. Iran disebut dapat mengatur kapal yang melintas berdasarkan afiliasi politik.

Data Bloomberg juga menunjukkan jumlah kapal Iran yang melintasi jalur tersebut meningkat tajam pada Senin, termasuk kapal tanker yang menuju China.

Head of research Pepperstone Group, Chris Weston, menyebut risiko terbesar pasar saat ini adalah jika gangguan di Selat Hormuz berlangsung lebih lama.

“Pasar khawatir Amerika Serikat dan sekutunya memiliki kapasitas terbatas untuk mengubah dinamika situasi di kawasan tersebut,” ujarnya.

Pada Senin, Trump juga meminta China menunda rencana pertemuan puncak dengan Presiden Xi Jinping selama sekitar satu bulan. Ia memilih tetap berada di Washington untuk mengawasi perkembangan konflik dengan Iran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Sampah Bantul Naik Saat Lebaran, Area Wisata Jadi Sorotan

Sampah Bantul Naik Saat Lebaran, Area Wisata Jadi Sorotan

Bantul
| Selasa, 17 Maret 2026, 15:27 WIB

Advertisement

Batagor Yunus Bandung Jadi Buruan Pemudik Saat Lebaran

Batagor Yunus Bandung Jadi Buruan Pemudik Saat Lebaran

Wisata
| Minggu, 15 Maret 2026, 20:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement