1 Mahasiswa Tewas & 1 Kritis dalam Demo di Kendari

Ilustrasi - Antara
26 September 2019 17:32 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, KENDARI—Seorang mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari Sulawesi Tenggara meninggal dunia, diduga akibat tertembak peluru aparat kepolisian saat demonstrasi di depan Gedung DPRD Sulawesi Tenggara, Kamis (26/9/2019). Korban tewas bernama Randi, mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UHO.

Menurut keterangan Kepala Ombudsman RI Mastri Susilo, Randi dilarikan ke Rumah Sakit Dr R Ismoyo (Korem) pukul 15.30 Wuta dalam keadaan hidup. Lantaran, peluru bersarang di dada sebelah kanan, akhirnya nyawa Randi tak dapat diselamatkan

“Lima belas menit setelah dirawat, tepatnya 15.45 langsung dinyatakan meninggal dunia. Kami tidak tahu dari jurusan mana anak ini karena informasinya simpang siur. Pelurunya juga belum kami ketahui, ini akan kami selidiki,” ungkap Mastri seperti dikutip dari suara.com, jaringan harianjogja.com.

Mastri mengemukakan insiden tersebut diduga akibat kesalahan prosedur dari kepolisian. Dia sudah berkoordinasi dengan Irwasda Polda Sultra untuk menyelidiki pelaku penembakan.

Selain Randi, satu mahasiswa lain alami luka kritis di bagian kepala dan dirujuk di rumah sakit Bahteramas. Korban kritis tersebut bernama Laode Yusuf Badawi. Yusuf diduga terkena hantaman.

Ribuan mahasiswa se-Kota Kendari mengepung gedung DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Kamis siang. Massa aksi melakukan unjuk rasa di kantor DPRD Sultra menuntut pencabutan UU KPK dan mempertahankan UU KPK sebelumnya, menolak RKHUP serta menolak RUU Pertanahan.

Seperti dilansir Antara, dalam aksi tersebut, massa melemparkan berbagai benda ke arah gedung DPRD Sultra dengan batu dan kayu. Kepolisian melepaskan tembakan gas air mata ke arah masa aksi.

Sumber : Suara.com