Mulai Buka Pendaftaran, Nasdem Tegaskan Calon Kepala Daerah Tak Dimintai Mahar

Ilustrasi Partai Nasdem - JIBI
24 September 2019 05:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Partai Nasdem membuka pendaftaran calon kepala daerah tahun 2020, sejak Senin (23/9/2019) hingga 23 Oktober 2019 mendatang. Pembukaan itu dilakukan untuk seluruh kantor Nasdem, baik di pusat maupun di kabupaten atau kota.

"Hari ini [Senin] Nasdem di seluruh kantor partai membuka pendaftaran. Mungkin hari ini baru di ibu kota provinsi, menyelenggarakan pembukaan pendaftaran untuk Pilkada 2020," kata Sekretaris Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai NasDem, Willy Aditya di Kantor DPP NasDem, Jakarta Pusat, Senin.

Saat ini, Nasdem memiliki 22 wilayah kursi kosong (tak bisa mengusung) dan 25 wilayah kota dan kabupaten bisa mengusung sendiri dari 270 pilkada pada 2020, sisanya yang lain hanya bisa memberikan dukungan.

Willy menjelaskan, pada Pilkada 2020 Nasdem tidak meminta mahar politik pada setiap bakal calon, hal itu sudah dilakukan sejak pilkada sebelumnya.

"Pilkada 2015, 2017 dan 2018 itu Nasdem relatif menjadi pemenang di pilkada tersebut karena satu hal yang kami usung, yaitu politik tanpa mahar. Ini tetap menjadi branding dan platform perjuangan Partai Nasdem untuk di Pilkada 2020," ujarnya.

Pihaknya juga menggandeng delapan lembaga survei dalam menyeleksi calon kepala daerah. Nantinya lembaga survei akan memberikan rekomendasi kepada Nasdem terkait kandidat yang akan dipilih. Di samping itu, Willy juga menyampaikan pihaknya menutup 20 daerah untuk pendaftaran lantaran NasDem sudah punya pilihan untuk mengisi kursi di 20 daerah itu.

"Khusus untuk yang sudah ada petahana Nasdem, sebagai bentuk apresiasi, sebagai bentuk penghormatan, Nasdem tidak membuka rekrutmen di daerah tersebut. Contohnya Gorontalo, Lampung di Pesisir Barat, dan Batam," ucapnya.

Ketua DPP Partai Nasdem, Martin Manurung mengharapkan agar kader-kader potensial bisa mempersiapkan diri untuk memenangkan pertarungan di Pilkada 2020. "Kami bisa berkoalisi dengan partai mana saja. Namun, untuk tetap mendukung pemerintahan Pak Jokowi bersama Pak Ma'ruf Amin," ujarnya.

Sumber : Antara