Advertisement
Polisi Hentikan Penyelidikan Kasus Dugaan Kekerasan Verbal Guru
Mediasi antara guru berinisial CB (54) atau akrab disapa Ibu Budi dan pihak orang tua murid berkaitan dengan kasus dugaan kekerasan verbal di Polres Tangerang Selatan, Rabu (28/1/2026). ANTARA - HO/Humas Polres Tangerang Selatan.
Advertisement
Harianjogja.com, TANGERANG — Kepolisian Resor Tangerang Selatan resmi menghentikan penyelidikan atas laporan dugaan kekerasan verbal yang melibatkan seorang guru berinisial CB (54), yang dikenal dengan sapaan Ibu Budi, dengan orang tua murid di salah satu sekolah swasta di wilayah tersebut.
Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Boy Jumalolo, menyampaikan keputusan tersebut diambil setelah penyidik melakukan serangkaian pemeriksaan mendalam serta menggelar perkara pada 29 Januari 2026.
Advertisement
“Berdasarkan hasil gelar perkara, penyidik menyimpulkan peristiwa yang dilaporkan tidak memenuhi unsur tindak pidana sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan,” ujar Boy dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (30/1/2026).
Ia menegaskan seluruh tahapan penyelidikan telah dilakukan secara profesional sebelum akhirnya diputuskan untuk menghentikan proses hukum.
BACA JUGA
Meski perkara tersebut tidak berlanjut ke tahap penyidikan, Boy memastikan Polres Tangerang Selatan tetap berkomitmen melindungi anak dari segala bentuk kekerasan maupun diskriminasi.
“Kami tetap mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak dalam setiap penanganan perkara,” katanya.
Sebelumnya, kepolisian juga telah memfasilitasi proses mediasi atau restorative justice (RJ) antara pihak guru dan orang tua murid terkait dugaan kekerasan verbal tersebut. Dalam pertemuan itu, CB menyampaikan permohonan maaf atas ucapan maupun tindakannya yang dinilai telah melukai perasaan anak dan orang tua.
“Terlapor menyampaikan permohonan maaf apabila perkataan dan perbuatannya membuat sedih atau kecewa. Ia menyebut niatnya semata untuk kebaikan anak,” ujar Boy, Kamis (29/1/2026).
Meski demikian, pihak pelapor sempat menyatakan tetap melanjutkan laporan polisi yang telah dibuat. Selain itu, pelapor juga berencana menggunakan hak jawab di media, serta tetap membuka peluang mediasi lanjutan di kemudian hari.
Boy menambahkan mediasi tersebut dilakukan demi menjaga kepentingan masa depan anak dan diharapkan dapat menjadi jalan menuju penyelesaian damai.
Proses restorative justice itu digelar pada Rabu (28/1/2026) di Mapolres Tangerang Selatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Longsor dan Pergerakan Tanah Terjang Tiga Kecamatan di Bogor
- Delapan Tahun Terjerat Judi Online, Erwin Kehilangan Rp800 Juta
- Ketegangan AS-Iran Meningkat, Trump Pertimbangkan Aksi Militer
- IDAI Ungkap PHBS Jadi Benteng Utama Hadapi Virus Nipah
- Antisipasi Virus Nipah, Singapura Perketat Pemeriksaan di Changi
Advertisement
ASN Sleman Telat Bayar Pajak Kendaraan Terancam Tak Bisa Absen
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- Gusti Moeng Gugat Penetapan Nama PB XIV di PN Solo
- Program Makan Bergizi Gratis Diperluas, Penerima Tembus 60 Juta Orang
- Pencurian Kamera Rp145 Juta di Mal Sleman, Ibu dan Anak Dibekuk Polisi
- Anggaran Terbatas, DIY Prioritaskan Perbaikan Jalan Panggang-Wonosari
- 133 PMI Dideportasi dari Malaysia, 11 ABK Terseret Kasus Timah Ilegal
- Korban Feri Tenggelam di Filipina Bertambah, 29 Orang Ditemukan Tewas
- Harga Emas Cetak Rekor, Ekonom Ingatkan Ancaman Ketidakpastian Global
Advertisement
Advertisement



