Presiden Berencana Bangun Istana Kepresidenan di Papua, Wakil Ketua DPR Setuju

Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah. - Ist/ Dok DPR RI
11 September 2019 03:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) membangun istana kepresidenan di Papua mendapat dukungan dari Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah. Sebab hal itu mencerminkan visi revolusi mental dan poros maritim. 

"Papua sangat penting sekali ada kehadiran fisik. Jadi dengan dibukanya istana di Papua, itu kehadiran simbolik yang baik dan bagus sekali," kata Fahri di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (10/9/2019). 

Dia mengatakan, usulan membangun istana presiden itu sudah dilontarkannya sejak lama, bahkan dirinya lebih setuju apabila ibu kota dipindahkan ke Papua.

Fahri menilai Indonesia harus memulai tradisi Asia-Pasifik, maritim itu basisnya Pasifik dan salah satu wilayah paling besar di Pasifik itu adalah Papua.

"Artinya pulau paling besar di Pasifik ini Papua selain Australia," ujarnya.

Dia menilai selain mendirikan istana kepresidenan di Papua, pemerintah harus menghidupkan kembali bandara di Biak dan melakukan pemekaran di wilayah Papua.

Fahri mengatakan, wilayah Papua terlalu besar sehingga perlu dilakukan pemekaran agar pengelolaan masyarakat lebih intensif sehingga paling tidak ada enam provinsi dan beberapa kabupaten/kota dihidupkan kembali.

"Kita jangan bicara jumlah penduduk ya, tapi kita bicara jumlah dan luas teritorinya. Kita sebagai bangsa wajib menjadikan pulau itu yang makmur dan pulau yang sejahtera," katanya.

Sumber : antara