Pemerintah Persilakan China Investasi Transportasi Massal di Ibu Kota Baru

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi V DPR di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (3/9/2018). - Antara/Hafidz Mubarak A
03 September 2019 17:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Pemerintah membuka keran investasi di bidang transportasi untuk Tiongkok di lokasi calon ibu kota baru.

Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi tidak berkeberatan kalau Republik Rakyat China ingin berinvestasi dalam pengembangan transportasi massal di ibu kota baru RI, Kalimantan Timur.

Budi Karya bahkan mempersilakan kalau memang China benar-benar tertarik untuk berinvestasi.

Menurut Budi Karya, China dapat berinvestasi melalui skema kerja sama pemerintah dan badan usaha atau KPBU.

“Welcome saja kalau mereka ingin ikut dalam proyek KPBU,” kata Budi Karya saat ditemui di Gedung Kemenkopolhukam, Jakarta Pusat, Selasa (3/9/2019).

Budi Karya menilai, proyek pengembangan ibu kota baru di Kalimantan Timur memang sebaiknya dilakukan melalui kombinasi pembiayaan dari dalam dan luar negeri. Tidak hanya China, menurutnya negara lain dan pihak dalam negeri juga diperkenankan.

Hal itu dilakukan semata-mata demi menekan dana APBN khusus untuk proyek pengembangan ibu kota baru di Kalimantan Timur, agar tetap rendah.

"Mereka bisa melakukan suatu investasi KPBU atau PPP kan bagus. Sebaiknya memang mesti kombinasi antara luar dan dalam," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menyebut China tertarik untuk berinvestasi dalam pengembangan transportasi massal di ibu kota baru Kalimantan Timur.

Luhut mengungkapkan itu seusai menerima Chairman Railway Construction Corporation Limited, Chen Fenjian di Jakarta, Senin (2/9/2019) kemarin.

Sumber : Suara.com