Advertisement
AS Evakuasi 9.000 Warga dari Timur Tengah
Foto ilustrasi bendera Amerika Serikat. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA–Amerika Serikat mengevakuasi lebih dari 9.000 warganya dari Timur Tengah dan menetapkan tujuh negara dalam status Travel Advisory Level 3 menyusul eskalasi konflik regional.
AP melaporkan, tujuh negara kini masuk dalam kategori Travel Advisory Level 3 (Reconsider Travel), termasuk Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar. Sementara itu, Mesir berada pada Level 2 dengan imbauan peningkatan kewaspadaan.
Advertisement
Layanan Konsuler di Bahrain Dihentikan
Kedutaan Besar AS di Bahrain mengumumkan penghentian seluruh layanan konsuler rutin tanpa batas waktu. Pemerintah AS mendesak seluruh warga negaranya yang masih berada di Bahrain untuk segera meninggalkan wilayah tersebut selama jalur transportasi masih tersedia dan dinilai aman.
BACA JUGA
Evakuasi massal ini mencerminkan kekhawatiran Washington terhadap potensi meluasnya konflik bersenjata di kawasan Teluk. Jumlah warga yang dipulangkan diperkirakan masih dapat bertambah seiring perkembangan situasi di lapangan.
Dampak Konflik Iran vs AS–Israel
Ketegangan regional meningkat setelah operasi militer gabungan AS dan Israel menyasar sejumlah target di Iran. Teheran dilaporkan merespons dengan meluncurkan drone dan rudal balistik, tidak hanya ke Israel tetapi juga ke wilayah Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat.
Eskalasi ini turut memicu kekhawatiran terhadap stabilitas jalur energi global, terutama di Selat Hormuz, yang menjadi jalur utama distribusi minyak dunia. Gangguan terhadap jalur strategis tersebut berpotensi berdampak pada harga energi internasional dan stabilitas ekonomi global.
Sejumlah negara Teluk kini berada dalam status siaga tinggi setelah ratusan proyektil dilaporkan dicegat dalam beberapa hari terakhir.
Imbauan bagi Warga Asing
Situasi keamanan yang memburuk mendorong berbagai negara mengeluarkan peringatan perjalanan bagi warganya. Warga negara asing, termasuk WNI yang berada di kawasan Timur Tengah, diimbau untuk terus memantau perkembangan melalui saluran resmi dan mengikuti arahan dari otoritas setempat serta perwakilan diplomatik masing-masing.
Ketegangan yang terus meningkat ini memicu kekhawatiran akan kemungkinan konfrontasi yang lebih luas, sementara upaya diplomasi internasional masih terus diupayakan untuk mencegah eskalasi lebih jauh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Kapal Perang Iran Karam di Samudra Hindia, 101 Hilang
- Skandal Goreng Saham, OJK Bekukan Aset Rp14 Triliun dan 2 Tersangka
- Drama OTT Bupati Pekalongan, KPK Tangkap Fadia Arafiq di SPKLU
- Bahlil Buka-bukaan Stok BBM RI Cuma Cukup 25 Hari, Ini Alasannya
- Skandal Manipulasi IPO, OJK Geledah Kantor Sekuritas PT MASI di SCBD
Advertisement
Advertisement
Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh
Advertisement
Berita Populer
- PSS Sleman Liburkan Pemain 3 Hari Usai Pekan 21
- Jadwal Lengkap KRL Solo-Jogja Rabu 4 Maret 2026
- Jadwal Lengkap KRL Jogja-Solo, Rabu 4 Maret 2026
- Target IKA 2026 Belum Aman, DLH Sleman Soroti E. coli
- Messi Batal, F1 Terancam Akibat Konflik Timur Tengah
- Hujan Es Guyur Semin 10 Menit, Puluhan Rumah Rusak
- Operasi Pasar di Kulonprogo 12 Hari Jelang Lebaran
Advertisement
Advertisement








