Tokoh Agama Minta Polisi Berlaku Adl soal Kasus Rasis di Asrama Papua

Penampakan polisi saat merangsek dan menangkapi mahasiswa asal Papua di Wisma, di Jalan Kalasan, Nomor 10 Surabaya, Jawa Timur. - Suara.com/Dimas.
27 Agustus 2019 05:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, SURABAYA-Polisi diminta berlaku adil dalam menangani kasus ungkapan rasis di asrama mahasiswa Papua di Jawa Timur. 

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, menerima kunjungan dari para pendeta asal Papua, di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jawa Timur, Senin (26/8/2019) sore.

Dalam pertemuan tersebut, Kieth Wambrauw, salah satu pendeta yang hadir berpesan kepada semua mahasiswa Papua tetap fokus untuk menuntut ilmu di Jawa Timur dan Kota lainnya di Indonesia.

"Ya sebisa mungkin, Mahasiswa (Papua) agar fokus dengan tujuan belajarnya. Agar ilmu yang didapat bisa diaplikasikan untuk membangun Papua," ujarnya.

Pendeta Kieth Wambrauw juga meminta kepada aparat Kepolisian untuk menyelesaikan kasus pengepungan asrama Mahasiswa Papua yang terjadi pada beberapa waktu yang lalu, dengan seadil-adilnya dan tidak merugikan salah satu pihak.

"Ya kami juga minta agar aparat kepolisian bisa ambil keputusan yang adil, biar masalah cepat selesai," kata dia.

Sementara, Khofifah yang menerima kunjungan ini. Ia sempat diangkat menjadi Mama Papua oleh para pendeta yang hadir, berkeinginan sama dengan para pendeta.

"Ya semoga permasalahan hukum insiden di depan Wisma Mahasiswa Papua Jalan Kalasan Surabaya ini, bisa segera dituntaskan," ucapnya.

Selain Khofifah yang menerima tamu para pendeta asal Papua, tampak juga hadir Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan dan Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho.

Sumber : Suara.com