Buntut Aksi Persekusi Razia Buku, Ormas Brigade Muslim Dipanggil Gubernur

Ormas sisir buku di Gramedia - Instagram/@tanah.merdeka
05 Agustus 2019 19:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Pemerintah Sulawesi Selatan mengklaim turun tangan terkait dengan aksi persekusi ormas yang merazia buku lantaran dianggap berbau komunis.

Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah menyesali aksi sekelompok pemuda dari organisasi masyarakat Brigade Muslim Indonesia (BMI) yang merazia buku secara sepihak di Makassar.

Nurdin menilai ormas tersebut tidak bisa boleh merazia buku yang dinilai mengandung paham Marxisme dan Leninisme secara sepihak tanpa izin dari pemerintah.

Maka dari itu,Pemprov Sulses akan segera memanggil keempat pemuda tersebut untuk diperiksa lebih lanjut.

"Sudah kami sekarang lagi mau manggil ormasnya itu, BMI. Kami mau sampaikan, itu kan ada aturan, tidak bisa semena-mena seperti itu," kata Nurdin saat ditemui di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (5/8/2019).

Dia mengaku kecolongan dengan aksi BMI dan tak ingin kejadian serupa terulang kembali.

"Ya nanti kami lihat. Ini karena tidak paham saja. Saya, kita tidak ingin itu terjadi lagi," tegasnya.

Sebelumnya, sekelompok pria yang tergabung dalam ormas bernama Brigade Muslim Indonesia (BMI) menyisir salah satu cabang toko buku ternama Gramedia, di Makassar, Sulawesi Selatan.

Mereka dikabarkan mendatangi Gramedia untuk menarik buku-buku yang mengandung paham Marxisme dan Leninisme.

Kabar tersebut disebarkan ke media sosial oleh akun Instagram @tanah.merdeka, disertai video anggota BMI membawa tumpukan buku di Gramedia pada 3 Agustus 2019.

"Alhamdulillah, kami sudah bekerja sama dengan pihak untuk menarik buku ini dan mengembalikan ke percetakannya," ucap seorang anggota BMI yang berdiri di sebelah karyawan Gramedia.

Belum ada tanggapan resmi dari pihak Gramedia terkait penggerebekan yang terjadi di salah satu cabangnya ini.

Sumber : Suara.com