Istri Wabup Magelang Ikut Senam Bersama Lansia Menayu

Istri Wabup Magelang, Aslimah dan Kepala Dinas Sosial PPKB PPA Retno Indriastuti ikut senam bersama lansia Dusun Menayu Desa Menayu Kecamatan Muntilan Kabupaten Magelang, Rabu (31/7/2019). - Harian Jogja/Nina Atmasari
31 Juli 2019 18:27 WIB Nina Atmasari News Share :

Harianjogja.com, MAGELANG-- Senam para wanita lanjut usia (lansia) di Dusun Menayu Desa Menayu Kecamatan Muntilan Kabupaten Magelang membuat Istri Wakil Bupati Magelang, Aslimah terkesan. Ia pun ikut senam dan membaur dalam barisan para lansia tersebut.

Pemandangan itu tampak dalam kegiatan Pencanangan Kampung keluarga Berencana (KB) Satria dan Peresmian Rumah Dataku di Dusun Menayu Rabu (31/7/2019). Aslimah yang merupakan Ketua II Tim Penggerak PKK Kabupaten Magelang datang bersama Kepala Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Magelang, Retno Indriastuti.

Saat tiba dan disambut oleh kelompok senam lansia, keduanya langsung membaur dan masuk dalam barisan para lansia tersebut. Mereka pun ikut senam bersama yang dipimpin oleh instruktur. Sejumlah gerakan senam ringan dipraktekkan dengan diiringi musik.

Selain ikut senam, mereka juga menyaksikan beragam potensi Desa Menayu yang digelar dalam pameran. Sejumlah potensi desa yang menarik perhatian mereka yakni kelompok wanita tani (KWT) yang memproduksi berbagai makanan olahan, kelompok lansia yang memproduksi alat perikanan dan lainnya.

Saat membacakan sambutan Bupati Magelang, Retno Indriastuti mengatakan pencanangan Kampung KB ini sebagai upaya pemerintah dalam rangka menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang sehat dan berkualitas, guna mendukung tercapainya visi dan misi pembangunan kesehatan di Kabupaten Magelang.

Menurutnya, isu kependudukan merupakan hal yang sangat penting karena pertumbuhan dan struktur umur penduduk akan menentukan arah kebijakan, baik ditingkat nasional maupun ditingkat daerah. Peningkatan jumlah kelahiran yang sangat besar akan membebani ekonomi, karena ketergantungan yang cukup besar kepada penduduk usia produktif.

Ia menjelaskan bahwa, saat ini Indonesia telah mengalami perubahan demografi yang cepat, dimana jumlah penduduk usia produktif terus meningkat. Pada tahun 2019, diperkirakan jumlah penduduk Indonesia mencapai 266,91 juta jiwa dan akan mencapai puncak pada tahun 2030 hingga tahun 2045. "Indonesia akan menjadi Aging Society dengan perkiraan penduduk tua sudah mencapai 14 persen," katanya.

Di Kabupaten Magelang sampai tahun 2018, jumlah penduduknya diperkirakan  mencapai 1.283.405 juta jiwa.  Berbagai macam persoalan yang masih dihadapi, di antaranya, perkawinan usia anak, keluarga PUS (Pasangan Usia Subur) tidak menggunakan kontrasepsi, dan kasus stunting anak balita.

Disisi lain, lanjut Retno, pembangunan SDM yang berkualitas juga menjadi salah satu agenda prioritas Presiden, Joko Widodo. Karena pembangunan SDM merupakan kunci masa depan bangsa. "Titik dimulainya pembangunan SDM adalah dengan menjamin kesehatan Ibu hamil, kesehatan bayi, kesehatan balita, dan kesehatan anak usia sekolah," ujarnya.

Berbagai program kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga  telah dilakukan dan menunjukan hasil yang menggembirakan. Di antaranya melalui pencanangan Kampung KB.

"Kami berharap keberadaan Kampung KB ini mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dalam upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya kualitas hidup, sehingga memiliki ketahanan dan kesejahteraan keluarga yang lebih baik dimasa mendatang," tutur Retno.

Sebagai tahap awal pelaksanaan kegiatan Kampung KB, lanjutnya, dibutuhkan data yang valid dan terkini tentang Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK). Karenanya setiap pencanangan Kampung KB sekaligus diresmikan Rumah Data Kependudukan (Rumah Dataku).

"Mengingat pentingnya data tingkat desa, maka diharapkan pemerintah desa dapat memfasilitasi pendataan ini melalui anggaran desa. Sudah saatnya pemanfaatan anggaran dana desa bukan hanya untuk pembangunan infrastruktur tetapi juga untuk peningkatan kualitas SDM, karena penduduk adalah objek dan subjek pembangunan, sekaligus pelaku dan penerima manfaat hasil pembangunan," pungkasnya.

Kepala Desa Menayu Sugiharto menyebutkan Dusun Menayu dicanangkan sebagai Kampung KB dengan kriteria wilayah padat penduduk. Data wilayah terdiri 3 RT dengan 210 KK dan 648 jiwa. Adapun data kelompok terdiri posyandu, pos binaan terpadu (posbindu), bina keluarga balita (BKB), bina keluarga lansia (BKL), usaha peningkatan pendapatan keluarga sejahtera (UPPKS) dan kelompok wanita tani (KWT).

Potensi desa meliputi perikanan, pertanian dan UMKM. "Pemerintah Desa Menayu dan BPD akan mendukung pengembangan potensi tersebut dengan dana ADD," katanya. Usai peresmian Kampung KB, kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan dan pembukaan Rumah Dataku serta kegiatan posyandu dan posbindu.