Menkum Tegaskan Rekam SPG GIIAS Tanpa Izin Langgar Hukum
Menkum Supratman Andi Agtas menegaskan perekaman SPG GIIAS tanpa izin merupakan pelanggaran hukum dan berpotensi melanggar sejumlah undang-undang.
Ilustrasi Pesawat Aeromexico yang mengalami kecelakaan di Meksiko/REUTERS
Harianjogja.com, ISLAMABAD--Sebuah pesawat militer Pakistan, yang sedang berlatih terbang, jatuh di kota garnisun Rawalpindi pada Selasa (30/7/2019) dini hari hingga menewaskan kelima awaknya dan 12 warga sipil, menurut pernyataan militer.
Dikutip Antara, sebanyak 12 warga sipil lainnya mengalami luka karena kejatuhan itu, yang kemudian menimbulkan kebakaran. Rawalpindi terletak di dekat Ibu Kota Pakistan, Islamabad, dan merupakan tempat markas besar tentara Pakistan berada.
Laman surat kabar The News mengunggah foto yang memperlihatkan sebuah gedung sedang dilalap api. Belum ada keterangan soal penyebab kecelakaan ataupun jenis pesawat nahas tersebut.
Tim-tim penyelamat dari kalangan militer dan sipil sudah berada di lokasi kejadian. Mereka bergerak memadamkan api serta mengangkuti korban luka ke rumah sakit, demikian bunyi pernyataan departemen komunikasi militer tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Menkum Supratman Andi Agtas menegaskan perekaman SPG GIIAS tanpa izin merupakan pelanggaran hukum dan berpotensi melanggar sejumlah undang-undang.
BMKG memprakirakan cuaca DIY cerah pada Jumat, sementara sebagian besar wilayah Indonesia berawan tebal dan Papua Tengah berpotensi hujan lebat.
ACA menilai strategi nuklir baru Amerika Serikat yang berfokus pada senjata nuklir taktis berpotensi meningkatkan risiko perang nuklir.
Menkes Budi Gunadi Sadikin menyesalkan dugaan nakes menghina pasien BPJS. Ia menegaskan seluruh profesi harus mengedepankan empati kepada masyarakat.
Kejagung menjadwalkan pemeriksaan Febrie Adriansyah sebagai tersangka dugaan TPPU. Pemeriksaan dilakukan oleh Tim 9 pada Jumat.
DPRD DIY membentuk Pansus Perda Kesehatan Jiwa untuk memperkuat edukasi, mencegah pasung dan bunuh diri, serta meningkatkan layanan.