Korupsi Migas, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Divonis 6 Tahun
Eks Dirut Pertamina Patra Niaga divonis 6 tahun penjara dalam kasus korupsi migas Rp25 triliun. Simak fakta lengkapnya di sini.
Foto udara ditemukannya diduga serpihan bangkai helikopter Airbus H130 PK-CFX yang dilaporkan hilang kontak dan jatuh dalam penerbangan di wilayah hutan Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, Kamis (16/4/2026). ANTARA/HO- Basarnas.
Harianjogja.com, JAKARTA—Operasi pencarian dan evakuasi helikopter jatuh di wilayah hutan Sekadau terus berlangsung. TNI Angkatan Darat mengerahkan ratusan personel untuk membantu proses pencarian dan penyelamatan korban.
Sebanyak 209 prajurit dari Kodam XII/Tanjungpura diterjunkan ke lokasi guna mempercepat penemuan titik jatuhnya helikopter jenis Airbus H130 dengan nomor registrasi PK-CFX. Pengerahan ini dilakukan untuk memperkuat tim SAR gabungan yang sebelumnya telah lebih dulu melakukan pencarian.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Donny Pramono, menjelaskan bahwa operasi di lapangan dipimpin oleh Purnomosidi selaku Komandan Korem 121/Alambhana Wanawai.
Lokasi Ditemukan, Evakuasi Terkendala Cuaca
Setelah menyisir kawasan hutan dengan medan yang cukup sulit, tim gabungan akhirnya berhasil menemukan titik lokasi jatuhnya helikopter. Namun, proses evakuasi sempat dihentikan pada Kamis malam karena kondisi cuaca yang tidak mendukung serta kontur wilayah yang terjal.
“Fokus sementara adalah mengamankan lokasi agar proses evakuasi dapat berjalan aman,” ujar Donny.
Operasi pencarian kemudian dilanjutkan kembali pada Jumat (17/4/2026) dengan harapan seluruh korban dapat segera ditemukan dan dievakuasi.
Temuan Serpihan dari Udara
Sementara itu, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) melaporkan adanya temuan serpihan yang diduga bagian dari helikopter. Temuan tersebut pertama kali terpantau melalui pemantauan udara menggunakan helikopter milik TNI AU.
Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Edy Prakoso, mengungkapkan serpihan yang diduga bagian ekor helikopter ditemukan sekitar tiga kilometer dari titik awal hilang kontak.
Informasi koordinat tersebut langsung diteruskan kepada tim darat guna mempercepat proses pencarian dan evakuasi di lokasi.
Kronologi Hilang Kontak
Berdasarkan data yang dihimpun, helikopter tersebut lepas landas dari helipad PT CMA di wilayah Melawi pada pukul 07.34 WIB. Penerbangan direncanakan menuju helipad PT GAN di wilayah Kubu Raya.
Namun, sekitar pukul 08.39 WIB, helikopter dilaporkan hilang kontak. Sinyal darurat terakhir terdeteksi di sekitar Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau.
Helikopter diketahui membawa delapan orang, terdiri dari pilot, kopilot, serta enam penumpang.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari berbagai unsur, termasuk personel militer dan tim penyelamat sipil, terus bekerja keras di lapangan. Medan hutan lebat dan cuaca yang tidak menentu menjadi tantangan utama dalam operasi ini.
Basarnas memastikan seluruh upaya dilakukan secara maksimal demi mempercepat proses evakuasi dan memastikan keselamatan seluruh korban.
“Mudah-mudahan proses pencarian dan evakuasi berjalan lancar dan seluruh korban dapat segera ditemukan,” ujar Edy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Eks Dirut Pertamina Patra Niaga divonis 6 tahun penjara dalam kasus korupsi migas Rp25 triliun. Simak fakta lengkapnya di sini.
Meta disebut memasuki “Era Zombie” karena Facebook mulai ditinggalkan generasi muda di tengah belanja besar AI.
Harga tiket Piala Dunia 2026 melonjak hingga Rp52 juta akibat sistem adaptive pricing FIFA. Federasi kecil paling terdampak.
Apple resmi menghadirkan iPhone 17e di Indonesia dengan MagSafe, chip A19, dan Action Button. Harga mulai Rp13,4 juta.
Netflix digugat Texas karena dituding membuat fitur adiktif untuk anak dan mengumpulkan data pengguna tanpa izin yang jelas.
Persis Solo berada di ujung degradasi BRI Super League 2025/2026. Dua laga terakhir menjadi penentu nasib Laskar Sambernyawa.