Beda Sikap PDIP & Golkar dalam Penambahan Partai Koalisi Pendukung Jokowi

Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2019-2024, Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin didampingi pimpinan partai Koalisi Indonesia Kerja berjalan meninggalkan ruang konferensi pers di gedung KPU, Jakarta, Minggu (30/6/2019). - Antara/Nova Wahyudi
29 Juli 2019 02:27 WIB John Andhi Oktaveri News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Wasekjen Partai Golkar Maman Abdurrahman mengatakan komposisi Koalisi Indonesia Kerja (KIK) sudah terlalu penuh karena didukung sepuluh partai politik. Sementara, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyatakan partai pendukung pemerintah masih bisa bertambah.

Maman mengatakan partainya keberatan masuknya parpol baru dalam koalisi pendukung pemerintahan Jokowi-Ma’ruf, termasuk dengan wacana akan bergabungnya Partai Gerindra ke dalam koalisi tersebut.

Sejauh ini PDI Perjuangan merupakan pengusung utama pasangan Jokowi-Ma’ruf pada Pilpres 2019 diikuti oleh Nasdem, Golkar, PKB, PPP, PSI, Perindo, Hanura, PKPI dan terakhir PBB PBB.

"Kami di koalisi sudah menyatakan koalisi parpol cukup," kata Maman, Minggu (28/7/2019).

Dia menegaskan keputusan bergabungnya Gerindra ke koalisi tidak bisa dibahas oleh salah satu parpol saja. Namun demikian, Maman menyerahkan sepenuhnya keputusan itu ke Jokowi. 

Adapun partai penguasa pemenang Pemilu 2019 PDI Perjuangan sejauh ini memang terlihat berbeda sikap dengan sejumlah parpol KIK terkait wacana bergabungnya parpol kubu Prabowo-Sandi ke pemerintah.

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyatakan sampai saat ini pihaknya masih membuka peluang bagi partai non-pengusung Jokowi-Ma,ruf Amin untuk bergabung di kabinet pemerintah.

"Yang penting adalah ruang komunikasi, kesepahaman antara para pemimpin," kata Hasto.

Hanya saja penambahan anggota koalisi di pemerintahan akan dibicarakan terlebih dahulu oleh Presiden Jokowi dan seluruh ketua umum partai pengusungnya.

"Tetapi terkait kebijakan koalisi pascapemilu Pak Jokowi juga menegaskan akan dibahas bersama dengan para ketum," katanya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia