Sempat Hilang di Perairan NTT, 6 Awak Kapal Australia Menolak Dievakuasi

Ilustrasi kapal penumpang. - Bisnis Indonesia/Dwi Prasetya
10 Juli 2019 17:47 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, KUPANG--Enam awak kapal Yacht berbendera Australia yang sempat hilang di perairan Sawu, Provinsi Nusa Tenggara Timur menolak untuk dievakuasi ke Kupang saat ditemukan tim SAR Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) di utara Pulau Sabu pada Selasa (9/7/2019) malam.

"Tim SAR dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kupang menemukan kapal dengan enam orang penumpang di utara Pulau Sabu. Tim SAR ingin mengevakuasi kapal dan awak kapal ke Kupang namun ditolak sehingga kapal dievakuasi ke Sabu," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Klas A Kupang, Emi Friezer  di Kupang, Rabu (10/7/2019).

Emi Friezer mengatakan hal itu terkait proses evakuasi kapal berbendera Australia yang sempat hilang di perairan Sawu akibat terjadi kebocoran pada lambung kapal. Ia mengatakan, kapal berbendera Australia itu semula dilaporkan hilang di perairan Sawu pada Selasa (9/7/2019) akibat mengalami kebocoran.

Kapal dengan kecepatan 3,9 knot itu ditemukan Basarnas pada koordinat 10°04'17,52"S-122°00'21,84"E dalam kondisi terombang ambing gelombang di laut Sawu setelah bagian belakang kapal mengalami kebocoran.

"Awak kapal mengatasi kebocoran secara manual dengan menguras air laut yang masuk ke dalam kapal menggunakan tangan hingga kapal itu ditemukan tim SAR," tegas Emi Friezer.

Dikatakannya, kapal berbendera Australia dinahkodai Antony Heritos asal Australia serta ditumpangi lima orang penumpang warga negara Indonesia yaitu Yotan, Mabire, Lobo, Yanto serta seorang wanita bernama Ayu.

Ia mengatakan,para penumpang kapal itu ditemukan dalam kondisi selamat dan telah dievakuasi ke Sabu yang hanya berjarak 25 mil laut dari lokasi kapal ditemukan Basarnas.

"Tim SAR semula ingin mengevaluasi kapal dan awak kapal ke Kupang, namun mereka tolak," tegas Emi Frizer tanpa menjelaskan alasan penolakan dilakukan warga negara Australia itu.

Sementara itu Antony Heritos menyampaikan terima kasih atas bantuan Basarnas yang melakukan operasi penyelamatan dengan cepat sehingga mereka bisa dievakuasi dengan kondisi selamat ke Sabu, Kabupaten Sabu Raijua.

Sumber : Antara