Perairan Selatan Jawa Bakal Dilanda Gelombang Tinggi 4 Hari ke Depan

Sejumlah wisatawan tengah berekreasi di Pantai Trisik, Kecamatan Galur, Rabu (12/6/2019). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
09 Juli 2019 13:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Gelombang tinggi diprediksi terjadi di sejumlah wilayah perairan Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) mengeluarkan peringatan dini adanya potensi terjadinya gelombang tinggi sekira 1,5 hingga 6 meter dan akan terjadi dalam empat hari ke depan.

"Dari hasil pantauan BMKG, terdapat pola angin di wilayah utara ekuator yang umumnya berembus dari tenggara - barat daya dengan kecepatan 4 - 20 knot. Sedangkan di wilayah selatan ekuator umumnya angin berembus dari timur – tenggara dengan kecepatan 4 - 25 knot," katanya Humas BMKG, Ririn kepada wartawan, Selasa (9/7/2019).

Ririn menambahkan, kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan Bengkulu – Enggano, Perairan barat Lampung, Perairan selatan Banten hingga Jawa Barat, Samudera Hindia barat Bengkulu hingga selatan Jawa Barat, dan Laut Arafuru. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut.

"Terdapat potensi peningkatan gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter yang berpeluang terjadi di beberapa wilayah," ucapnya.

Beberapa wilayah seperti Perairan Timur P. Simeulue hingga Kepulauan Mentawai, Perairan Kepulauan Baubau – Wakatobi, Selat Sape bagian selatan, Perairan Manui – Kendari, Selat Ombai, Perairan Selatan Kepulauan Banggai – Sula, Laut Natuna Utara dan Laut Natuna.

Kemudian, Laut Flores dan Laut Seram, Perairan Kepulauan Anambas, Perairan Selatan Ambon, Perairan Timur Kepulauan Bintan hingga Kepulauan Lingga, Perairan Kepulauan Letti hingga Tanimbar, Perairan Utara Pangkalpinang, Perairan Kepulauan Kei hingga Aru, Selat Karimata, Laut Arafuru dan Laut Banda, Laut Jawa, Perairan Fakfak – Kaimana, Perairan Utara Jawa Barat hingga Kepulauan Kangean.

Perairan Amamapere – Agats, Perairan Selatan Kalimantan, Perairan Kepulauan Sangihe – Talaud, Perairan Kotabaru, Perairan Timur Bitung, Selat Makassar bagian tengah hingga selatan, Laut Maluku dan Laut Halmahera, Perairan Kep. Selayar – Sabalana, Perairan Barat dan Timur Kep. Halmahera, Teluk Bone bagian selatan, Perairan Raja Ampat – Sorong, Teluk Tolo, dan Samudera Pasifik utara Halmahera.

Beberapa wilayah perairan Indonesia lainnya juga berpotensi mengalami gelombang yang lebih tinggi dengan kisaran 2,5 hingga 4 meter. Wilayah tersebut adalah Perairan Utara Sabang, Perairan Selatan Jawa hingga Pulau Sumba, Perairan Sabang – Banda Aceh, Selat Bali – Lombok – Alas bagian selatan, Perairan Barat Aceh hingga Kep. Mentawai, Perairan Selatan Pulau Sawu – Pulau Rotte, Perairan Bengkulu – Enggano, Selat Sumba bagian barat, Perairan Barat Lampung, Laut Sawu dan Laut Timor selatan NTT, Samudera Hindia barat Aceh hingga Bengkulu, serta Samudera Hindia selatan Jawa Tengah hingga NTT.

Sementara itu, potensi gelombang tertinggi yaitu 4 hingga 6 meter, rawan terjadi di Samudera Hindia barat Lampung hingga selatan Jawa Barat.

"BMKG selalu mengimbau pada masyarakat yang berdomisili di sekitar pesisir serta nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m), kapal tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m), kapal ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m), dan kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m) untuk selalu waspada," katanya.

Sumber : Okezone.com