Ketua PPP Jatim Pernah Diminta Terdakwa Haris Usulkan Nama ke Rommy, tapi Tidak Direspon

Eks Ketua Umum PPP Romahurmuziy menutupi tangan terborgol dengan buku saat menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (12/6/2019). - Suara.com/Muhaimin A Untung
03 Juli 2019 17:47 WIB Newswire News Share :


Harianjogja.com, JAKARTA-- Kakanwil Kemenag Jawa Timur, Haris Hasanuddin disebut pernah mendatangi kediaman Ketua DPW PPP Jawa Timur, Musyaffa Noer untuk meminta bantuan agar bisa menjadi salah satu pejabat Kemenag Jawa Timur.

Hal itu disampaikan Musyaffa ketika menjadi saksi untuk terdakwa Haris dalam kasus suap jual beli jabatan di lingkungan Kemenag yang digelar di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Rabu (3/7/2019).

Musyaffa juga mengakui pernah dibujuk Haris agar bisa mendapatkan bantuan dari eks Ketua Umum PPP, Romahurmuziy atau Rommy dalam seleksi jabatan di Kemenag.

"Pertama silaturahmi, kedua minta bantuan untuk disampaikan ke Rommy beliau ingin jadi Kakanwil Kemenag Jatim," kata Musyaffa dalam sidang.

Terkait permintaan itu, Musyaffa mengaku sempat bingung, lantaran dirinya tak mempunyai kewenangan di Kemenag. Namun, menurutnya, permohonan bantuan itu disampaikan Haris karena Musyaffa merupakan kader PPP saat Rommy masih menjabat ketua umum.

"Saya bilang loh kok ke saya, enggak ada hubungannya pak. Haris jawab, 'kan Pak Ketua dekat sama Pak Rommy'. Saya jawab, dekatnya karena struktur partai. Barangkali katanya nama Pak Haris bisa disampaikan ke Pak Rommy" kata Musyaffa.

Meski demikian, Musyaffa mengaku menyampaikan permintaan Haris saat bertemu dalam acara seminar di Jawa Timur. Dalam pertemuannya itu, lanjutnya, Rommy tak mau merespons atas permohonan bantuan yang diminta Haris.

"Tidak ada hubungannya. Mungkin P‎ak Haris punya pikiran saya dekat dengan Pak Rommy karena Ketum saya. Itu kan aspirasi tetapi saya sampaikan tapi tidak direspons beliau [Rommy]. Beliau main ponsel lalu saya berhenti bicara," tutup Musyaffa.

Sumber : Suara.com