OPSI Minta UMP 2027 Naik Maksimal 7,5%, Ini Simulasi Hitungannya
OPSI mengusulkan kenaikan UMP dan UMK 2027 sebesar 6,5%-7,5% untuk menjaga daya beli pekerja di tengah tekanan inflasi.
Sejumlah bangunan ambruk akibat gempa di Palu, Sulawesi Tengah , Sabtu (29/9/2018)./ANTARA FOTO/BNPB
Harianjogja.com, SIGI--Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berharap bantuan hunian tetap (huntap) untuk pengungsi korban bencana gempa, tsunami dan likuefaksi di Kota Palu, Kabupaten Donggala, Sigi dapat dipenuhi oleh berbagai pihak termasuk dari Pemerintah Pusat.
Mengingat pemerintah daerah di masing-masing daerah terdampak bencana dan pemerintah provinsin tidak sanggup memenuhi kebutuhan huntap untuk korban bencana yang mencapai ribuan unit dan menelan anggaran hingga ratusan miliar itu.
"Diharapkan dukungan dan bantuan dari semua pihak baik dari pemerintah pusat dan yayasan atau lembaga donor kemanusiaan, dengan niat yang tulus ikhlas atas nama kemanusiaan. Bukan untuk kepentingan lain agar turut serta membantu dan menolong meringankan beban penderitaan masyarakat,"kata Sekretaris Daerah Provinsi Sulteng Moh. Hidayat Lamakarate di Sigi, Selasa (2/7/2019).
Sekda Hidayat Lamakarate turut mendampingi acara peletakkan batu pertama pembangunan huntap oleh Menkopolhukam Wiranto di Desa Pombewe, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Senin (1/7/2019).
Pemerintah di daerah siap mencarikan lahan pembangunan huntap bagi pihak-pihak yang ingin memberi bantuan huntap bagi pengungi korban bencana yang hingga data terakhir 33.902 jiwa harus direlokasi.
"Pemerintah daerah siap mengarahkan dan memfasilitasi lokasi-lokasi mana saja yang layak untuk dijadikan lokasi hunian tetap sebagai ganti tempat tinggal warga masyarakat yang rumahnya hilang,"ujarnya.
Di depan Menkolpolhukam Wiranto, Hidayat menerangkan jika kebutuhan huntap untuk para pengungsi sebanyak 8.809 unit yang tersebar di Palu, Sigi dan Donggala. Sementara itu Menkopolhukam Wiranto dalam kesempatan itu mengimbau pihak-pihak yang beertanggungjawab terhadap pembangunan huntap di Palu, Sigi dan Donggala agar serius dan becus dalam menyelesaikan pembangunan huntap yang diprediksi memakan waktu hinga dua tahun lamanya.
"Jangan hanya acara pelatakkan batu pertamanya yang bagus dan ramai, habis itu berhenti. Kali ini saya tidak ingin seperti itu," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
OPSI mengusulkan kenaikan UMP dan UMK 2027 sebesar 6,5%-7,5% untuk menjaga daya beli pekerja di tengah tekanan inflasi.
AHY mengecam dugaan penyadapan ilegal yang dinilai mengancam demokrasi, keamanan negara, dan privasi masyarakat.
Pengamat telekomunikasi Heru Sutadi mengungkap kerentanan jaringan 2G dan pentingnya pengawasan sistem LIMS untuk mencegah penyadapan ilegal.
Satpom Lanud Adisutjipto mengajak masyarakat tidak takut melapor jika menghadapi persoalan yang melibatkan anggota TNI AU.
Kemenkes mendistribusikan 3,8 juta masker, oksigen, obat-obatan, dan tenaga kesehatan untuk tujuh provinsi terdampak kabut asap karhutla.
Simak jadwal lengkap KRL Jogja-Solo Kamis 5 November 2026 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tarif sekali jalan Rp8.000.