Duh! Meski Belum Mapan, Rerata Gen Z Utang Pinjol Rp5,1 Juta
Jargon menggenjot inklusi keuangan sepertinya perlu ditinjau ulang, seiring maraknya fenomena masyarakat yang memanfaatkan kemudahan akses pinjol.
Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memberi isyarat perpisahan kepada jajaran dalam pidatonya di Rapat Koordinasi Pengendalian Capaian Kinerja Kemenkumham, Ballroom Hotel Sultan, Senin (1/7/2019)/Bisnis-Aziz R
Harianjogja.com, JAKARTA — Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memberi isyarat perpisahan kepada jajaran Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) dalam pidatonya di Rapat Koordinasi Pengendalian Capaian Kinerja Kemenkumham, Ballroom Hotel Sultan, Senin (1/7/2019).
Seperti diketahui, Yasonna yang juga politisi senior PDI Perjuangan ini dipastikan terpilih sebagai anggota DPR RI periode 2019-2024 dari dapil Sumatera Utara 1. Kendati demikian, Yasonna sempat bercanda dalam pidatonya bahwa tidak ada yang pasti dalam politik.
"Walaupun sudah saya mengatakan pada saudara-saudara, pada tahun Kabinet Kerja ini, ini mungkin rakor yang terakhir. Saya mengharapkan dan meminta kepada saudara-saudara untuk tetap berkinerja dengan baik," ungkap Yasonna.
"Jangan mentang-mentang pak menteri sebentar lagi sudah tidak menjabat, you never know in politics. Politik bisa meninggalkan kejutan-kejutan yang tidak tahu. Tetapi at least saya mau mengingatkan do your best," tambahnya diiringi tawa dan tepuk tangan hadirin.
Yasonna juga berterima kasih kepada jajarannya, dan mengingatkan masih banyak pekerjaan besar dan kekurangan yang harus diselesaikan. Sebab, siapapun menteri atau pemimpinnya, Kemenkumham tetap akan menjadi salah satu penopang penyelenggaraan negara.
"Saya ingin meninggalkan seperti yang saya selalu katakan meninggalkan Kemenkumham dengan legacy yang baik dan membanggakan," ungkap Yasonna.
"Jadi memang jangan sampai kita diingat orang karena keburukannya. Kita mau meninggalkan sesuatu dengan tegak kepala stand up dan gagah," tambahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Jargon menggenjot inklusi keuangan sepertinya perlu ditinjau ulang, seiring maraknya fenomena masyarakat yang memanfaatkan kemudahan akses pinjol.
IHSG hari ini ditutup amblas 3,54% ke level 6.094,94. Investor panik merespons rencana aturan eksportir tunggal BUMN di bawah PT Danantara.
Kurs rupiah hari ini ditutup melemah ke Rp17.667 per dolar AS imbas sinyal kenaikan suku bunga The Fed dan penutupan Selat Hormuz akibat perang.
Polres Temanggung tangkap penimbun Pertalite berinisial SS di Parakan. Pelaku modifikasi tangki Hyundai Atos dan gunakan banyak barcode palsu.
Penjualan hewan kurban di Bantul jelang Iduladha tidak merata, sebagian naik tajam, sebagian turun meski harga meningkat.
Nilai Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) di Jawa Tengah pada 2025 mencapai 86,72 atau mengalami peningakatan 0,88 dibandingkan tahun sebelumnya.