Produk Kereta Api Indonesia Berupaya Tembus Pasar Afrika

Direktur Utama PT INKA Budi Noviantoro berpose di kereta LRT di Pabrik PT INKA, Madiun, Jawa Timur, Rabu (7/11/2018). - Ist/Antara.
21 Juni 2019 09:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT INKA (Persero) melalui partisipasi dalam Pameran Africa Rail yang berlangsung di Johannesburg, Afrika Selatan pada 19-20 Juni 2019 terus berupaya untuk dapat menembus pasar Afrika.

Hal itu disampaikan dalam keterangan tertulis dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Pretoria yang diterima di Jakarta, Jumat (21/6/2019). "Negara-negara Afrika mulai melihat industri perkeretaapian selain sebagai solusi bagi transportasi massal dan sarana pengangkutan barang, juga sebagai medium peningkatan perdagangan intra-Afrika. Situasi yang ada saat ini membuka peluang bagi industri Indonesia untuk masuk dan berperan serta dalam pembangunan di Afrika," kata Duta Besar RI untuk Afrika Selatan Salman Al Farisi.

Africa Rail adalah pameran perkeretaapian terbesar di Afrika. Pada pameran yang telah memasuki tahun pelaksanaan ke-22 ini, terdapat setidaknya 130 peserta pameran dan 6.000 pengunjung, termasuk para pembuat keputusan, operator, regulator, dan pejabat pengadaan bidang perkeretaapian dari berbagai negara.

Selain PT. INKA, perusahaan-perusahaan ternama internasional di bidang industri dan komponen perkeretaapian turut berpartisipasi pada pameran Africa Rail, antara lain CRRC Corporation Limited, Oracle Construction and Engineering, Voith Transnet, GE, Progress Rail, KNORR, dan Luchini.

Sementara itu, operator termasuk tim pengadaan yang hadir dalam pameran itu, antara lain Botswana Railways, DRC, Ghana Railways, TransNamib dan Uganda Railways. Kehadiran PT INKA merupakan upaya penetrasi ke pasar Afrika yang terbuka luas memasuki Area Perdagangan Bebas Benua Afrika (African Continental Free Trade Area/AfCFTA).

Dengan diratifikasinya dokumen AfCFTA oleh 22 negara Afrika pada akhir Mei 2019, AfCFTA resmi berlaku di kawasan Afrika. Di bawah pakta Perdagangan bebas itu, negara-negara Afrika berkomitmen untuk memotong hambatan tarif sebesar 90% pada berbagai jenis barang dengan tujuan meningkatkan perdagangan intra-Afrika.

Pada saat yang bersamaan, Uni Afrika (African Union/AU) sebagai organisasi kawasan yang membentuk AfCFTA, juga mencanangkan Visi AU 2040 untuk program revitalisasi perkeretaapian di Afrika.

Melalui Visi 2040 itu, dicanangkan peta jalan sebagai upaya mengatasi berbagai ketimpangan konektivitas negara-negara Afrika, mencakup penciptaan jaringan kereta api berkecepatan tinggi yang menghubungkan semua ibukota Afrika dan pusat-pusat komersial di benua tersebut.

Corporate Communication PT INKA (Persero), Hartono, menyatakan keinginan PT INKA untuk lebih memasuki pasar-pasar di kawasan Afrika. Di tengah dinamika kompetisi antar pabrikan kereta api oleh berbagai negara, PT INKA menawarkan kualitas produk dan layanan purna jual yang dapat diandalkan.

"Kehadiran PT. INKA untuk pertama kalinya di pameran Africa Rail diharapkan mampu membuka pintu kesempatan selanjutnya, setelah kami berhasil melakukan ekspor kereta api ke Bangladesh, Filipina, Singapura, Australia dan Malaysia," kata Hartono.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa PT INKA juga selalu mengutamakan penyediaan tenaga ahli bagi pembeli sehingga memastikan operasionalisasi produk berjalan baik, pemberdayaan sumber daya manusia setempat, serta adanya alih teknologi dalam jangka panjang.

Selama pameran berlangsung, dalam rangka penjajakan pasar dan pengembangan kerja sama, KBRI Pretoria menjembatani pertemuan PT INKA dengan perusahaan Afrika Selatan Transnet dan operator kereta api PRASA.

Transnet dan PRASA menyatakan ketertarikan untuk mengetahui lebih lanjut produk PT INKA dan diharapkan ada pembicaraan lebih lanjut. PT. INKA juga telah berkomunikasi dengan beberapa perusahaan terkait mengenai kemungkinan kerja sama pengembangan perkeretaapian di Afrika, antara lain dengan Mozambik, Nigeria, Botswana dan Zambia.

Pemerintah Indonesia terus mengintensifkan berbagai upaya untuk menembus pasar non-tradisional, termasuk Afrika. Pada industri perkeretaapian, telah dibentuk Indonesia Railway Development Consortium (IRDC) yang terdiri dari beberapa BUMN terkait, seperti PT. INKA, PT Waskita Karya, PT. LEN dan PT. KAI. Konsorsium.

Bersama IRDC, PT INKA berupaya mendapatkan pasar pengembangan produk perkeretaapian Indonesia melalui penyediaan sarana perkeretaapian dan pengembangan prasarana termasuk pembangunan infrastruktur, operasional, pemeliharaan dan penyediaan paket solusi pendanaan.

PT INKA terus memperbesar kapasitas produksi dengan membangun pabrik baru, antara lain di Banyuwangi. Pembangunan fasilitas produksi baru diharapkan akan mampu memenuhi kebutuhan sarana kereta api di pasar luar negeri yang lebih luas.

Pemilihan lokasi di Banyuwangi dilakukan dengan pertimbangan kemudahan akses ke pelabuhan dan ketersediaan tenaga kerja yang akan mendukung operasionalisasi perusahaan.

Sumber : Antara