Vonis Pembunuhan Kacab Bank: Oknum TNI Dihukum Hingga 13 Tahun Penjara
Pengadilan Militer vonis 3 oknum TNI hingga 13 tahun penjara dalam kasus pembunuhan kacab bank. Keluarga korban ajukan restitusi Rp5,8 miliar.
Pedagang menunjukkan udang yang dijual di Pasar Ikan Muara Angke, Jakarta, Selasa (2/9/2025). (ANTARA FOTO/Ika Maryani/cmz/YU)
Harianjogja.com, JAKARTA — Kinerja ekspor produk perikanan Indonesia sepanjang Januari–Desember 2025 menunjukkan tren positif. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat nilai ekspor mencapai US$6,27 miliar atau sekitar Rp105,5 triliun, tumbuh 5,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP Machmud menyampaikan, Amerika Serikat masih menjadi tujuan utama ekspor perikanan Indonesia dengan nilai US$1,99 miliar atau sekitar Rp33,5 triliun. Angka tersebut setara 31,8 persen dari total nilai ekspor perikanan nasional.
“Nilai ekspor ke Amerika Serikat meningkat 4,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Machmud dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
China hingga Uni Eropa Catat Kenaikan
Selain Amerika Serikat, pasar ekspor perikanan Indonesia juga ditopang oleh China dengan nilai US$1,22 miliar atau sekitar Rp20,5 triliun (19,5 persen). Negara-negara ASEAN menempati posisi berikutnya dengan nilai US$1 miliar atau Rp16,8 triliun (16 persen).
Sementara itu, ekspor ke Jepang mencapai US$613,65 juta atau Rp10,3 triliun (9,8 persen), disusul Uni Eropa sebesar US$451,72 juta atau Rp7,6 triliun (7,2 persen).
Machmud menambahkan, kenaikan nilai ekspor juga tercatat ke sejumlah pasar utama tersebut. Selain Amerika Serikat, ekspor ke ASEAN meningkat 16,7 persen, Jepang 2,5 persen, dan Uni Eropa 9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Udang Masih Dominan
Dari sisi komoditas, udang tetap menjadi tulang punggung ekspor perikanan Indonesia. Sepanjang 2025, nilai ekspor udang mencapai US$1,87 miliar atau sekitar Rp31,5 triliun, setara 29,8 persen dari total ekspor perikanan.
Komoditas berikutnya adalah tuna-cakalang dengan nilai US$1,04 miliar atau Rp17,5 triliun (16,5 persen), cumi-sotong-gurita US$889,73 juta atau Rp14,9 triliun (14,2 persen), rajungan-kepiting US$507,74 juta atau Rp8,6 triliun (8,1 persen), serta rumput laut US$315,62 juta atau Rp5,3 triliun (5 persen).
Neraca Perdagangan Surplus
Tak hanya ekspor yang meningkat, Machmud menyebut KKP juga berhasil menekan impor produk perikanan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan produk perikanan Indonesia sepanjang 2025 mencatat surplus US$5,60 miliar atau sekitar Rp94,2 triliun. Surplus tersebut naik 3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Kami berkomitmen menjaga Indonesia tetap menjadi negara net exporter produk perikanan,” tegas Machmud.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pengadilan Militer vonis 3 oknum TNI hingga 13 tahun penjara dalam kasus pembunuhan kacab bank. Keluarga korban ajukan restitusi Rp5,8 miliar.
Komisi III DPR mendukung Kejagung mengusut tuntas dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis yang menyeret mantan petinggi BGN.
Pelaku pencurian rokok di minimarket Sentolo mengaku anggota Resmob karena terobsesi menjadi polisi. Atribut dibeli secara daring.
Silmy Karim mendatangi Gedung Merah Putih KPK usai sempat dicari terkait OTT kasus pengurusan KITAS dan KITAP di Imigrasi.
Presiden Prabowo mengapresiasi dedikasi petugas Makan Bergizi Gratis yang bertugas hingga daerah terpencil dalam Konsolidasi Nasional MBG.
Jumlah jemaah haji Indonesia yang meninggal pada Haji 2026 turun drastis menjadi sekitar 180 orang berkat pengetatan istitha'ah kesehatan.