Advertisement
Hadapi Aturan Global, KKP Perkuat Akses Ekspor Perikanan
Pekerja menyusun sampel ikan tenggiri dan tuna saat pelepasan ekspor produk perikanan di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Jumat (21/11/2025). ANTARA FOTO/Hasrul Said - nym.
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menjaga sekaligus memperluas akses pasar produk perikanan Indonesia sepanjang 2026. Strategi tersebut difokuskan pada penguatan kepatuhan regulasi global, diplomasi perdagangan, hingga promosi aktif di pasar internasional.
Direktur Pemasaran Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Erwin Dwiyana mengatakan KKP memberikan fasilitasi kepada asosiasi dan eksportir terkait penerapan aturan baru Uni Eropa mengenai Sertifikat Hasil Tangkapan Ikan (SHTI) dan pernyataan pengolahan.
Advertisement
“Fasilitasi ini penting agar pelaku usaha siap menghadapi perubahan regulasi sekaligus menjaga keberlanjutan ekspor ke pasar Eropa,” ujar Erwin dalam siaran pers di Jakarta, Senin (16/2/2026).
Selain pasar Eropa, KKP juga menyiapkan dukungan bagi eksportir yang mengirimkan produk ke Amerika Serikat. Dukungan tersebut mencakup pendampingan pemenuhan aturan baru terkait Certificate of Admissibility, yang menjadi syarat utama agar produk perikanan Indonesia dapat diterima di pasar AS.
BACA JUGA
Diplomasi Rajungan hingga Tarif Preferensi
Erwin menambahkan, KKP turut melakukan diplomasi perdagangan melalui pengajuan Comparability Finding (CF) rajungan hasil tangkapan gillnet kepada National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA). Upaya ini ditujukan untuk memastikan ekspor rajungan Indonesia tetap berlanjut dan tidak terhambat oleh kebijakan baru otoritas setempat.
“Kami mendorong pelaku usaha perikanan untuk terus menjaga mutu dan keamanan produk, sekaligus mendukung keberlanjutan sumber daya serta meningkatkan daya saing sektor perikanan nasional,” kata Erwin.
Strategi lain yang disiapkan KKP meliputi fasilitasi temu bisnis, promosi produk perikanan pada pameran internasional, serta pelaksanaan misi investasi ke sejumlah negara tujuan ekspor.
KKP juga mengajak pelaku usaha memanfaatkan tarif preferensi nol persen dalam kerangka kerja sama perdagangan Indonesia–Jepang untuk produk olahan tuna dan cakalang, yang dijadwalkan berlaku setelah triwulan I 2026.
Ekspor Tumbuh, Neraca Tetap Surplus
Erwin menegaskan, pemerintah terus melanjutkan perundingan penurunan tarif di berbagai kawasan nontradisional, mulai dari Amerika Utara, Asia Selatan, Timur Tengah, Eurasia, hingga Amerika Latin. Sosialisasi pemanfaatan tarif preferensi hasil perundingan juga terus dilakukan agar dapat dimanfaatkan optimal oleh pelaku usaha.
KKP mencatat nilai ekspor produk perikanan Indonesia sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai 6,27 miliar dolar AS atau sekitar Rp105,5 triliun, tumbuh 5,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pasar AS menjadi tujuan utama dengan nilai ekspor 1,99 miliar dolar AS, sementara udang tercatat sebagai komoditas unggulan dengan nilai ekspor 1,87 miliar dolar AS.
Sementara itu, data Badan Pusat Statistik menunjukkan neraca perdagangan produk perikanan sepanjang 2025 mencatat surplus 5,60 miliar dolar AS atau sekitar Rp94,2 triliun, meningkat 3,0 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Cuaca DIY Selasa 17 Januari: Sebagian Besar Wilayah DIY Hujan Sedang
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
- Cek! Jalur Trans Jogja, Senin 16 Februari 2026
- Napoli vs AS Roma 2-2: Alisson Santos Selamatkan Partenopei
- Arsenal 4-0 Wigan: Ambisi Quadruple Terjaga di Piala FA
- Jadwal SIM Keliling Kulonprogo 16 Februari 2026
- Jadwal SIM Keliling di Bantul, Senin 16 Februari 2026
- Top 10 Harian Jogja, 16 Februari 2026: Dari Parkir sampai PSIR Rembang
- Jadwal SIM Keliling di Sleman Senin 16 Februari 2026, Cek Lokasinya
Advertisement
Advertisement






