Advertisement
BMKG: Laut Selatan Jateng-DIY Masih Berpotensi Gelombang Tinggi
Sejumlah wisatawan tengah berekreasi di Pantai Trisik, Kecamatan Galur, Rabu (12/6/2019). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
Advertisement
Harianjogja.com, CILACAP-- Kepala Kelompok Teknisi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Cilacap Teguh Wardoyo menyebutkan gelombang tinggi masih berpotensi terjadi di perairan selatan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
"Berdasarkan pengamatan, saat ini terdapat pola sirkulasi angin di Laut Natuna dan pusat tekanan rendah 1.006 milibar di Samudra Pasifik utara Papua," katanya di Cilacap, Jateng, Kamis (20/6/2019).
Advertisement
Ia mengatakan pola angin di wilayah utara ekuator umumnya dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 4-20 knot, sedangkan di wilayah selatan ekuator umumnya dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan 4-25 knot.
Menurut dia, angin kencang yang cenderung searah di wilayah selatan ekuator itu berpotensi memicu terjadinya gelombang tinggi di perairan selatan Jateng-DIY maupun Samudra Hindia selatan Jateng-DIY.
BACA JUGA
"Oleh karena itu, kami telah mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di perairan selatan Jateng-DIY dan Samudra Hindia selatan Jateng-DIY yang berlaku hingga tanggal 22 Juni 2019," katanya.
Ia mengatakan tinggi gelombang di perairan selatan Cilacap, Kebumen, Purworejo, dan Yogyakarta maupun Samudra Hindia selatan Jateng-DIY berpotensi mencapai 2,5-4 meter.
Terkait dengan gelombang tinggi tersebut, Teguh mengimbau wisatawan yang berkunjung ke pantai untuk berhati-hati dan tidak berenang atau mandi, terutama di wilayah pantai yang terhubung langsung dengan laut lepas agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.
Selain itu, lanjut dia, semua pihak yang melakukan aktivitas di laut diimbau untuk memperhatikan risiko angin kencang dan gelombang tinggi terhadap keselamatan pelayaran, yakni nelayan tradisional yang menggunakan perahu berukuran kecil agar mewaspadai angin dengan kecepatan di atas 15 knot dan tinggi gelombang lebih dari 1,25 meter.
"Jika memungkinkan, nelayan diimbau untuk tidak melaut terlebih dahulu karena tinggi gelombang lebih dari 1,25 meter sangat berbahaya bagi kapal berukuran kecil. Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Arus Balik, Rest Area Tol Cipali Diberlakukan Sistem Buka-Tutup
- Resmi, One Way Nasional Arus Balik Lebaran 2026 Berlaku Mulai Hari Ini
- Puncak Arus Balik 2026: Rest Area KM 62B dan 52B Tol Japek Ditutup
- Lonjakan Kendaraan Arus Balik, Rest Area di Tol Ini Ditutup
- Listrik Kuba Kembali Padam Saat Tekanan Krisis Energi Meningkat
Advertisement
Ikuti Google Maps, Pemudik Malah Masuk Jalan Sawah di Sleman
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal KRL Keberangkatan dari Palur & Solo Balapan, Selasa 24 Maret
- Jadwal Prameks Jogja-Kutoarjo 24 Maret 2026, Cek di Sini
- Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Selasa 24 Maret 2026, Simak Waktunya
- Cuaca Jogja Selasa Ini Didominasi Cerah, Ini Rinciannya
- Ketegangan Memanas, Iran Sebut Tak Ada Negosiasi dengan AS
- Trans Jogja Makin Praktis, Ini Rute dan Tarifnya
- Arus Balik Semarang Padat, 2.000 Kendaraan per Jam
Advertisement
Advertisement







