Kasak-Kusuk di Medsos Bikin Orang Tak Percaya Internet

Ilustrasi media sosial - Reuters/Beawiharta
13 Juni 2019 15:17 WIB Deandra Syarizka News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Penduduk global menjadi tidak nyaman menggunakan internet lantaran adanya kasak-kusuk di media sosial dan ancaman serangan siber.

Temuan ini merupakan bagian dari survei Global Ipsos-Centre for International Governance Innovation (CIGI) tentang Keamanan dan Kepercayaan Internet 2019, yang dilakukan oleh Ipsos yang mewakili CIGI, dan bekerja sama dengan Internet Society (SOC) dan United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD).

Direktur program Politik dan Keamanan Global CIGI Fen Osler Hampson menjelaskan survei global yang memasuki tahun kelimanya ini merupakan survei terbesar dan paling komprehensif mengenai keamanan dan kepercayaan atas internet, yang melibatkan lebih dari 25.000 pengguna internet di lebih dari 24 negara yang terbentang di Amerika Utara, Amerika Latin, Eropa, Timur Tengah, Afrika, dan Asia Pasifik.

“Survei global tahun ini tidak hanya menggarisbawahi kerapuhan internet, tetapi juga rasa ketidaknyamanan warganet yang tumbuh terhadap media sosial dan kekuatan dari perusahaan media sosial mempengaruhi kehidupan sehari-hari mereka,” ujarnya dalam siaran pers, Rabu (12/6/2019).

Dalam survei tersebut disebutkan bahwa sebanyak 75% dari responden menyebut Facebook, Twitter, dan platform media sosial lainnya yang berkontribusi terhadap ketidakpercayaan mereka. Angka tersebut hanya terlampaui oleh kejahatan siber yang juga disebut sebagai salah satu penyebab ketidakpercayaan masyarakat terhadap internet.

Kejahatan siber disebut oleh 81% responden sebagai penyebab ketidakpercayaan terhadap internet, menjadikannya masih penyebab utama. Sementara itu mayoritas responden regional atau 62% secara global mengindikasikan kurangnya tingkat keamanan internet juga menjadi salah satu faktor penting penyebab ketidakpercayaan mereka.

Sumber : Bisnis.com