Hujan Ancaman, Begini Tanggapan KPU

Ketua KPU Arief Budiman mengatakan pihaknya menerima ancaman dan makian melalui media sosial lebih banyak dibandingkan Pilpres 2014 - ANTARA/Rivan Awal Lingga
13 Juni 2019 12:47 WIB Jaffry Prabu Prakoso News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Pada tahun politik, Komisi Pemilihan Umum (KPU) seakan tak pernah berhenti mendapat hujatan dan bahkan ancaman. Kendati demikian, serangan fisik belum pernah dialami hingga saat ini. KPU juga pernah menerima respon yang positif.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengatakan bahwa pihaknya selalu menerima dan menghargai setiap komentar, pendapat serta kritik. Bahkan ada pula yang mengancam.

“Iya ada [mengancam]. Iya tapi kan biasa aja, ada orang yang kecewa, marah kan tinggal bagaimana kita merespon itu,” katanya saat dihubungi wartawan, Kamis (13/6/2019).

Arief mengaku bersikap santai dengan ancaman karena merasa tidak pernah memiliki niat buruk, curang, dan jahat dalam menyelenggarakan pemilu. Dia bertugas membuat pemilu jujur, adil, langsung, umum, bebas, dan rahasia (jujur dan luber).

Arief menjelaskan bahwa ancaman bertubi-tubi disampaikan via media sosial. Dia merasa respon publik lebih masif sekarang dibandingkan pemilihan presiden pada 2014 lalu.

“Jadi tiap hari ya bukan hanya ratusan, tapi mungkin bisa ribuan yang keberatan, mencaci maki, mengolok-olok. Sekalipun ada juga yang mem-back up, banyak yang menyanjung, berterima kasih,” jelasnya.

Dua sikap dari masyarakat itu tambah Arief ditanggapi dengan wajar. Kritik jadi sarana untuk mengoreksi diri. Sanjungan ditanggapi dengan wajar.

“Itu justru membuat saya harus lebih waspada tidak terbuai dengan sanjungan. Ucapan selamat dukungan biasa saja. Saya tidak menyikapi dua sisi itu secara berlebihan,” ucapnya.

Sumber : Bisnis.com