Ini Perbandingan Kecepatan Mengunduh di Internet Indonesia dengan Negara Lain

Pekerja menunggu calon pembeli modem internet bolt di Jakarta,Rabu (6/3/2017). - Bisnis/Dedi Gunawan
11 Juni 2019 05:17 WIB Leo Dwi Jatmiko News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Indonesia menempati urutan ke-72 sebagai negara dengan pengalaman mengunduh tercepat dari 87 negara yang diteliti Opensignal.

Skor kecepatan unduh Indonesia mencapai 6,9 Mbps, terpaut 5,4 Mbps dari Irak sebagai negara terbawah yang memiliki pengalaman mengunduh dengan kecepatan 1,6 Mbps.

Di antara negara Asia Tenggara, Indonesia menempati urutan ketiga sebagai negara dengan pengalaman mengunduh paling lambat, setelah Thailand (5,7 Mbps) dan Kamboja (5,6 Mbps). RI tertinggal jauh dari Malaysia dan Singapura, yang masing –masing memiliki kecepatan unduh sebesar 11,5 Mbps dan 39,3 Mbps.

Penelitian Opensignal tersebut dilakukan pada periode 1 Januari—31 Maret 2019 dengan melibatkan 43,61 juta perangkat.

Menanggapi laporan tersebut, Ketua Umum Asosiasi Penyeleggara Jasa Internet (APJII) Jamalul Izza mempertanyakan lokasi tempat responden Opensignal melakukan pengunduhan. Menurutnya, Indonesia sejauh ini belum menjadi pusat atau hub internet internasional seperti di Singapura, Hong Kong dan Taiwan sehingga kecepatan internetnya belum optimal.

“Kalau speed-nya, [tergantung] berapa jauh dari server yang diunduh dan parameternya tergantung dari server mana yang diunduh,” kata Izza kepada Bisnis, baru-baru ini.

Izza menambakan dirinya berharap ke depan Indonesia tidak kalah dengan negara-negara lain dalam hal kualitas internet. Salah satu cara yang dilakukan oleh APJII untuk mewujudkan hal tersebut adalah dengan berusaha menarik Content Delivery Network (CDN) luar agar terhubung ke Indonesia Internet eXchange.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas Asosiasi Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) Danny Buldansyah juga mempertanyakan lokasi survei digelar. Dia mengakui jika survei dilakukan di luar kawasan perkotaan, maka kualitas jaringan internet nampak kurang bagus.

Meski demikian, Danny optimistis permasalahan internet di kawasan perdesaan dan daerah terluar nantinya dapat teratasi seiring dengan hadirnya Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Palapa Ring dan Satelit Multifungsi Satria.

Direktur Eksekutif Information and Communication Technology (ICT) Institute Heru Sutadi berpendapat lambatnya jaringan internet di Indonesia karena pemerintah lambat dalam mengakselerasi infrastruktur digital sehingga tertinggal dari negara lain. “Harusnya Palapa Ring bisa selesai 2017 kalau sejak 2015 Menkominfo langsung bekerja membangun Palapa Ring,” kata Heru.

Heru menambahkan, hadirnya Palapa Ring sebenarnya berdampak pada peningkatan kecepatan internet khususnya di wilayah Timur dan sedikit wilayah Tengah. Hanya saja, hingga saat ini Palapa Ring Timur belum beroperasi secara komersial sehingga kecepatan internet belum terlihat.

Opensignal sebelumnya juga telah melakukan penelitian terhadap kualitas internet di Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian terhadap 44 kota di Indonesia disebutkan bahwa Kota Sorong di Papua Barat, Kota Gorontalo di Sulawesi, dan Ambon di Kepulauan Maluku menjadi tiga provinsi dengan kecepatan unduhan tertinggi dengan keseluruhan rata-rata di atas 11 Mbps.

Kemudian, dalam hal kecepatan unggahan, Pekanbaru di Sumatra berada di posisi puncak dengan kecepatan rata-rata 5,9 Mbps.

“Adapun, untuk menemukan kota di pulau Jawa, kita harus mencari jauh di bawah urutan 10 teratas. Kota Malang dan Kota Bandung masing-masing berada di urutan 14 dan 15 dalam peringkat kecepatan unduhan,” kata analis Opesignal, Kevin Fitchard.

Lebih lanjut, Kevin mengatakan dalam kecepatan unggahan, DIY sebagai pusat populasi menempati urutan ke-18. 

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia