Advertisement
Akankah Berkoalisi dengan Kubu Prabowo di Parlemen? Begini Jawaban Demokrat
Partai-partai koalisi pengusung Prabowo Subianto Sandiaga Uno pada Pilpres 2019, bersepakat menamakan blok politik mereka sebagai Koalisi Indonesia Adil Makmur. - Suara.com/Muhamad Yasir
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA- Demokrat saat ini benar-benar telah meninggalkan kubu capres Prabowo Subianto.
Partai Demokrat menyatakan sudah tidak bersama lagi di barisan pengusung pasangan calon presiden-wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sejak 22 Mei 2019. Partai berlogo bintang Mercy itu juga sudah tak aktif lagi secara operasional di Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.
Advertisement
"Kebersamaan PD dengan koalisi, sebagaimana disampaikan Sekjen PD berakhir di 22 Mei. Jadi ya memang kami sudah tidak bersama koalisi pilpres ini. Apakah nanti akan bersama-sama lagi di koalisi parlemen atau tidak kita lihat nanti," ucap Wasekjen Partai Demokrat, Renanda Bachtar kepada Okezone-jaringan Harianjogja.com, Minggu (9/6/2019).
Renanda mengatakan kebersamaan Demokrat dengan kubu 02 secara resmi akan berakhir pasca-keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) menetapkan hasil gugatan pihak 02 diterima atau tidak.
BACA JUGA
"Namun secara operasional kami sudah tidak aktif lagi di BPN," ujarnya.
Kendati demikian, Demokrat tetap membantu mengingatkan, memberikan masukan serta saran untuk mengantisipasi adanya kecurangan Pemilu bahkan sejak Prabowo belum menyebut tentang kecurangan itu sendiri.
"Kami Demokrat juga mengajukan gugatan ke MK dalam proses pemilu ini," ujar Renanda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : okezone.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Obesitas pada Lansia Meningkat, Ini Cara Mencegahnya
- Zulhas: Sekolah Bisa Tolak Makanan MBG Tak Sesuai Standar
- Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Indonesia Kecam Serangan Israel
- Isu Uang Negara Tinggal Rp120 Triliun, Ini Penjelasan Menkeu
- AHY Dorong Mrican Jadi Model Nasional Penataan Kawasan Kumuh
- Bareskrim Usut TPPU Bandar Narkoba, Keluarga Ikut Terseret
- OJK: Rekening Pelajar Tembus 59 Juta, Dana Capai Rp30,31 Triliun
Advertisement
Advertisement









