Advertisement
Iran Dorong Kesepakatan Nuklir Sederhana dengan AS
Bendera Iran.
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA-Iran menegaskan kesepakatan nuklir berikutnya dengan Amerika Serikat bisa lebih simpel daripada JCPOA 2015, menekankan pencabutan sanksi dan jaminan program damai.
Iran berharap perundingan nuklir baru dengan Amerika Serikat (AS) dapat disederhanakan dibandingkan Rencana Aksi Komprehensif Bersama (Joint Comprehensive Plan of Action/JCPOA), menyoroti dua poin utama: penghapusan sanksi dan jaminan bahwa program nuklir Iran tetap damai, ujar Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Abbas Araghchi, Minggu (22/2).
Advertisement
“Saya yakin tercapai kesepakatan yang lebih baik daripada JCPOA 2015. Ada beberapa aspek yang justru bisa lebih menguntungkan dibanding perjanjian sebelumnya,” kata Araghchi.
Ia menambahkan bahwa saat ini tidak diperlukan rincian berlebihan. Yang utama adalah menyepakati prinsip-prinsip mendasar, memastikan program nuklir Iran tetap damai selamanya, sekaligus memperluas pencabutan sanksi,” jelas Araghchi.
Selain itu, Teheran menegaskan hak kedaulatan negara untuk memperkaya uranium sebagai bagian dari program nuklir nasionalnya tidak akan dilepas.
Araghchi menekankan bahwa diplomasi adalah satu-satunya jalan untuk mencapai kesepakatan.
“Masih ada peluang besar untuk solusi diplomatik yang saling menguntungkan, dan solusi itu sangat mungkin dicapai. Oleh karena itu, tidak ada kebutuhan untuk peningkatan kekuatan militer; penumpukan militer justru tidak efektif dan tidak dapat menekan kami,” ujarnya.
Keseriusan Iran dalam diplomasi ini menandai upaya negara tersebut untuk menjaga program nuklirnya tetap damai sambil menegosiasikan pengurangan sanksi, langkah yang berpotensi mengubah dinamika geopolitik di Timur Tengah secara signifikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Malioboro Membeludak, Wisatawan Dialihkan ke Kotagede dan Kotabaru
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Rabu Tak Lagi ke Kantor, ASN di Jatim Mulai WFH Rutin
- Performa Motor Tetap Terjaga Ini Cara Honda Edukasi Pengendara
- Duel Remaja di Pakualaman Jogja Terbongkar, Dua Pelajar Luka Parah
- Sering Dianggap Wajar Kebiasaan Ini Diam-Diam Menguras Energi
- Pemeriksaan Yaqut Berlanjut Setelah Kembali ke Rutan KPK
- WFH Nasional Mulai Dibahas, Ini Kata Kemendagri
- Puluhan Telur Piton Ditemukan di Selokan Permukiman Warga Gunungkidul
Advertisement
Advertisement







