Advertisement
Israel Tahan 100 Lebih Warga Tepi Barat Sejak Awal Ramadan
Foto ilustrasi. - Pasukan Israel menangkap seorang perempuan Palestina pengunjuk rasa dalam sebuah protes menuntut Israel membebaskan remaja Palestina bernama Ahed Tamimi, dekat Penjara Ofer Israel dekat kota Ramallah Tepi Barat, Kamis (28/12/2017). - Bisnis.com/Rtr - Mohamad Torokman
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Penangkapan warga Palestina di Tepi Barat meningkat sejak awal Ramadan dengan lebih dari 100 orang ditahan aparat Israel dalam operasi penggerebekan di sejumlah kota. Data ini disampaikan kelompok hak asasi manusia Palestina yang menyoroti eskalasi penahanan di wilayah pendudukan tersebut.
Advertisement
Kelompok hak asasi manusia Palestina, Masyarakat Tahanan Palestina (PPS), menyebut penangkapan terjadi sejak 18 Februari di berbagai wilayah Tepi Barat yang diduduki, termasuk al-Quds. Informasi tersebut dikutip dari kantor berita Anadolu pada Ahad (23/2/2026).
Menurut laporan PPS, para tahanan mencakup anak-anak, perempuan, hingga mantan narapidana yang sebelumnya pernah ditahan. Penangkapan itu disebut disertai tindakan kekerasan, termasuk pemukulan berat, teror terhadap keluarga tahanan, serta perusakan rumah warga secara luas, selain penyitaan kendaraan, uang, dan perhiasan emas.
BACA JUGA
Saat ini jumlah warga Palestina yang ditahan di penjara Israel dilaporkan telah melampaui 9.300 orang, termasuk sekitar 350 anak dan 66 perempuan. Sebagian besar di antaranya ditangkap tanpa dakwaan maupun proses persidangan melalui mekanisme penahanan administratif. Kebijakan tersebut memungkinkan otoritas Israel menahan seseorang tanpa batas waktu tertentu.
Sejumlah organisasi HAM Palestina dan internasional sebelumnya juga melaporkan kondisi tahanan yang memprihatinkan, mulai dari dugaan penyiksaan, kekurangan makanan, hingga minimnya akses layanan kesehatan. Situasi tersebut disebut telah menyebabkan kematian sejumlah tahanan di penjara Israel.
Operasi penangkapan dan penggerebekan di Tepi Barat terus meningkat sejak pecahnya konflik di Jalur Gaza pada 2023. Kondisi keamanan yang memburuk ini turut memicu kekhawatiran komunitas internasional terkait perlindungan hak sipil warga Palestina di wilayah pendudukan, terutama selama Ramadan ketika aktivitas sosial masyarakat biasanya meningkat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- BGN Pecat Kepala SPPG Tanjung Kesuma Terkait Dugaan Pencabulan Anak
- YouTuber Resbob dan Bigmo Jadi Tersangka Fitnah Azizah Salsha
- ABK Penyelundup 2 Ton Sabu di Batam Divonis 5 Tahun Penjara
- Update Mudik Lebaran 2026: Masih Ada 2,37 Juta Tiket Kereta Api KAI
- Penetapan Hakim Adies Kadir Dipersoalkan, Begini Amar Putusan MKMK
Advertisement
Jelang Lebaran, Jalan Wisata Gunungkidul Jadi Prioritas Tambal
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Lengkap KRL Jogja-Solo, Jumat 6 Maret 2026
- Jadwal DIY Hari Ini: Imsak 04.18, Magrib 17.59 WIB
- Paus Leo Serukan Perdamaian Dunia di Tengah Serangan AS-Israel ke Iran
- JK Nilai Mediasi Indonesia dalam Konflik Iran Tak Mudah
- Komisi III DPR RI Soroti Perusahaan Gunakan Preman untuk Penagihan
- Ramcek di Terminal Semin, Dua Bus AKAP Kedapatan Tak Punya Izin Trayek
- SIM Keliling DIY Hari Ini 6 Maret 2026: Cek Lokasi dan Syaratnya
Advertisement
Advertisement







