Waspadai Makanan dengan Warna Mencolok

Ilustrasi sejumlah petugas memeriksa sejumlah produk bahan pangan dan obat di Pasar Brosot, Senin (21 - 5).Harian Jogja/Beny Prasetya
23 Mei 2019 07:37 WIB Kiki Luqmanul Hakim (ST16) News Share :

Harianjogja.com, BANTUL – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul mengimbau agar ketika memilih santapan buka puasa, masyarakat tidak tergiur dengan warna makanan atau minuman yang warnanya sangat mencolok.

Hal tersebut disebabkan karena makanan atau minuman yang berwarna mencolok seringkali dicampur dengan pewarna tekstil yang bisa menyebabkan kanker jika terus menerus dikonsumsi .

“Ciri yang gampang untuk masyarakat ya itu dilihat dari warnanya, jika warnanya mencolok dan terlihat menggiurkan bisa jadi makanan atau minuman tersebut mengandung pewarna tekstil yang dicampur ke bahan makannya,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Bantul, Fauzan ketika dihubungi Harian Jogja pada Rabu (22/5/2019)

“Jadi untuk antisipasi yang paling ya dari warna tadi, biasanya orang kan selalu tertarik dengan makanan atu minuman yang berwarna mencolok dan menggiurkan, apalagi anak kecil, padahal itu sangat membahayakan tubuh kita,” lanjut Fauzan.

Selain itu pihaknya mengimbau agar tubuh kita tetap sehat dalam suasana Ramadan, harus menghindari makanan yang pedas ketika buka, pihaknya juga menganjurkan bahwa berbuka dengan yang manis.

“Selain itu kalau untuk takjil, belilah makanan yang lunak dan mengandung banyak cairan dan juga yang rasanya manis. Kalau seharian belum makan apa-apa lalu pas buka makan makanan yang sifatnya pedas bisa menyebabkan kerusakan dari permukaan lambung ataupun usus, jadi hindari makanan pedas juga untuk takjil,”  ucapnya.