Pemerintah Siapkan KPR 40 Tahun, Cicilan Rumah Lebih Ringan
Pemerintah menyiapkan aturan KPR tenor 40 tahun agar cicilan rumah lebih ringan dan akses rumah murah semakin mudah dijangkau masyarakat.
Gula-gula atau permen. - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Temuan arsenik dalam puluhan produk permen memicu kewaspadaan publik seusai Departemen Kesehatan Florida merilis hasil uji logam berat terhadap 46 camilan manis yang beredar di pasaran. Laporan tersebut menyoroti risiko paparan arsenik beracun yang berpotensi berdampak pada anak-anak maupun orang dewasa, sekaligus mendorong masyarakat mencermati keamanan pangan berbasis data pengujian resmi.
Pengujian yang diumumkan pekan lalu itu mencakup beragam produk, mulai dari cokelat hingga permen kenyal, termasuk merek-merek besar seperti Hershey Company, Mars, dan Tootsie Roll Industries, sebagaimana dilaporkan Eating Well, Selasa (3/2/2026) waktu setempat.
Dari total 46 sampel yang diuji, sebanyak 28 produk terdeteksi mengandung kadar arsenik beracun. “Paparan arsenik melebihi batas yang dianggap aman dapat meningkatkan risiko kanker, termasuk kanker paru-paru, kulit, ginjal, dan kandung kemih,” demikian pernyataan di situs web pemerintah negara bagian.
Sejumlah merek yang disebut memiliki kadar arsenik tinggi antara lain Black Forest Gummy Bears, Laffy Taffy Banana, Nerds Grape, Nerds Strawberry, Nerds Gummy Clusters, SweeTarts Original, SweeTarts Rope, Trolli Sour Brite Crawlers, serta Hershey’s Cookies ’N’ Creme.
Produk lain yang masuk daftar temuan yakni Jolly Rancher Hard Candy Sour Apple, Jolly Rancher Hard Candy Strawberry, Kit Kat, Snickers, Skittles Original, Sour Patch Kids, Dots, Tootsie Fruit Chew rasa jeruk nipis, hingga Smart Sweets Karamel.
Sebaliknya, sejumlah camilan dinyatakan tidak memiliki risiko kadar arsenik tinggi berdasarkan identifikasi pengujian, di antaranya Permen Beruang Black Forest Organik, Laffy Taffy Cherry, Cokelat Susu Hershey, Reese's Peanut Butter Cups, Whoppers, M&M's, Twix, Milky Way, Annie's Organic Bunny Fruit Flavored Snacks Berry Patch, Smart Sweets Red Twists, seluruh produk Unreal yang diuji, serta seluruh produk Yum Earth yang diuji.
Badan Registri Zat Beracun dan Penyakit dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit juga mengingatkan bahwa konsumsi arsenik dalam kadar tinggi dapat menimbulkan gejala seperti “iritasi lambung dan usus, kerusakan pembuluh darah, perubahan kulit, dan penurunan fungsi saraf.”
Ahli biologi molekuler sekaligus advokat kesehatan masyarakat, Marion Nestle, PhD, MPH, menilai temuan ini menunjukkan pentingnya transparansi pengujian dari otoritas.
“Kami sebagai konsumen tidak memiliki cara untuk mengetahui apakah logam berat dalam makanan ada atau tidak, dan juga tidak memiliki cara untuk menilai seberapa serius masalah yang mungkin ditimbulkannya,” kata Nestle.
“Dalam situasi khusus ini, saya ingin mengetahui tidak hanya berapa banyak arsenik yang ada dalam permen ini, tetapi juga berapa banyak arsenik yang didapatkan anak-anak dan orang dewasa dari makanan lain yang mereka makan dan kemudian, pada tingkat berapa gejala keracunan arsenik mulai muncul," katanya.
Pernyataan tersebut menegaskan perlunya pengawasan keamanan pangan yang konsisten, terutama terkait potensi paparan arsenik dari berbagai sumber makanan yang dikonsumsi masyarakat setiap hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pemerintah menyiapkan aturan KPR tenor 40 tahun agar cicilan rumah lebih ringan dan akses rumah murah semakin mudah dijangkau masyarakat.
FIFA masih buntu menjual hak siar Piala Dunia 2026 di India dan Tiongkok meski harga sudah diturunkan drastis.
CEO Aprilia memastikan Jorge Martin akan hengkang akhir MotoGP 2026 meski tampil impresif dan bersaing di papan atas klasemen.
Timnas Futsal Indonesia tampil di Copa Del Mundo 2026 Brasil dan akan menghadapi Brasil, Jepang, Prancis, hingga Kazakhstan.
Ramadhan Sananta resmi dilepas DPMM FC. Rumor kepindahan striker Timnas Indonesia ke Persebaya Surabaya mulai menguat.
DP3AP2KB Sleman mendampingi ibu bayi dalam kasus penitipan anak di Pakem dan menyiapkan pembinaan bagi bidan.